Ini Alasan Kenapa Penjajah Belanda Dipanggil Kompeni


Istimewa
Istimewa

Marwahkepri.com – Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, penjajahan yang mereka lakukan di negeri kita ini memang menjadi pelik untuk diceritakan kembali. Pembunuhan masal terjadi di mana-mana. Penjarahan sumber daya alam dan pendudukan wilayah yang mengakibatkan duka mendalam.

Pesona Nusantara sebagai pusat sumber daya alam hayati dan nabati, memang hingga saat ini masih menjadi primadona dunia. Kekayaan alam itulah yang menjadikan Nusantara ini menjadi rebutan berbagai bangsa.

Berawal dari pendudukan bangsa Eropa di Nusantara, banyak istilah-istilah unik yang timbul. Banyak diantaranya disebabkan karena salah baca atau logat pengucapan yang belum fasih mengucapkannya. Salah satu contohnya adalah pengucapan KOMPENI.

Melansir dari kompasiana.com/Billy Bachtiar, menjelaskan, dulu, Maluku sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia dengan produksi cengkehnya. Bayangkan saja, 1 kg cengkeh sama harganya dengan 1 kg emas murni.

Hal itu yang menjadikan bangsa Eropa berduyun-duyun melakukan ekspedisi ke wilayah Nusantara tepatnya ke indonesia bagian timur. Bangsa Belanda sendiri, adalah bangsa yang rajin sekaligus berambisi untuk menguasai Nusantara.

Dari sana, dibentuklah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC. VOC adalah sebuah badan bentukan Belanda pada 20 Maret 1602, yang tujuanya memonopoli perdagangan di wilayah Hindia Timur Nusantara.

Barang yang diperdagangkan meliputi komoditi yang memiliki nilai dagang tinggi di Eropa. Seperti cengkeh, pala, lada, kayu manis dan rempah-rempah sebagainya.

Walhasil, orang kita menyebut badan besutan Belanda, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), terlalu sulit dan paling mudah adalah menyebut bagian terakhir yakni Compagnie. Kemudian kata Compagnie bertransformasi menjadi Kompeni.

Hingga jaman penjajahan, orang kita lebih akrab menyebut orang belanda dengan Kompeni atau bangsa kulit putih yang menjajah dengan sebutan Londo.