Bintan Miliki Mobil Anti Galau, Bisa Konsultasi Loh

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos (kanan) didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Apri Sujadi berfoto disamping Mobil Anti Galau Kabupaten Bintan.
Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos (kanan) didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Apri Sujadi berfoto disamping Mobil Anti Galau Kabupaten Bintan.

BINTAN (marwahkepri.com) – Dinas Sosial Kabupaten Bintan menyediakan mobil yang bisa memberikan Konsultasi Kesejahteraan Keluarga. Mobil yang disebut mobil anti galau tersebut akan turun ke Kelurahan/Desa maksimal 10 kali dalam 1 bulan.

Diketahui mobil tersebut berbentuk minibus yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga memiliki ‘rumah’ di belakangnya. Pada mobil tersebut juga ditambahkan berbagai macam aksesoris seperti tulisan “Restorasi Sosial” dengan corak warna-warni sehingga terkesan akrab dengan kaum muda.

“Terkadang kita juga turun ke Sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bintan. Tidak saja masalah Konsultasi Keluarga, namun kita juga memberikan konsultasi kepada para pelajar terkait bahaya narkoba, hal ini guna menghindari adanya penyalahgunaan narkoba oleh kaum pelajar maupun tindakan lain yang diakibatkan kegalauan sesaat,” ujar Jamil, Petugas Pendamping Psikososial di Mobil Anti Galau.

Dikatakannya juga bahwa selama kurun waktu tahun 2017, sampai saat ini dirinya bersama tiga Petugas Psikososial lainnya sudah menangani setidaknya 14 Kasus Sosial Kategori Berat yang ada di Kabupaten Bintan. Menurutnya, dengan Mobil Anti Galau dan perlengkapan yang tersedia akan mampu memberikan kontribusi dalam memberikan Konsultasi Keluarga langsung di lapangan.

”Berbagai kegiatan sosial kita lakukan, kita berikan pendampingan Konsultasi Keluarga langsung di lapangan, kita juga berikan brosur-brosur terkait pengurusan Akta Lahir, bahkan kita juga pernah menangani Kasus Kekerasan Anak dan kita lakukan rujukan ke TP2A,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Apri Sujadi mengapresiasi tugas dan fungsi dari Pekerja Pendamping Psikososial saat dirinya menyadari keberadaan Mobil Anti Galau yang sedang bertugas di Desa Berakit , Kamis sore (14/12).

Dikatakannya juga bahwa Mobil Anti Galau ini bisa menjadi salah satu solusi terkait kenakalan remaja baik tentang konsumsi narkoba atau masalah lainnya yang sering tidak tersampaikan kepada orangtua. Karena menurutnya, terkadang mayoritas remaja enggan bercerita atau curhat tentang masalahnya ke keluarga dan lebih memilih membuka diri kepada teman sebaya yang mungkin bisa menjerumuskan remaja tersebut ke dalam kondisi yang lebih buruk lagi.

”Terkadang remaja bermasalah akan memerlukan bantuan konselor atau psikolog, yang mampu memberikan bimbingan dan motivasi ke arah yang positif ,” ujarnya mengapresiasi.