Gandeng Organisasi Pemuda, IWO Gelar Malam Puisi Umum

Sejumlah penyair foto bersama sesuai acara (doc)
Sejumlah penyair foto bersama sesuai acara (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Ikatan Wartawan Online (IWO) bersama organisasi kepemudaan Pemuda Panca Marga (PPM) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lingga menggelar malam kreasi sastra puisi umum di taman pemuda Dabosingkep, Rabu (26/12). Acara ini dihelat sebagai upaya mengairahkan kembali seni sastra lisan di kalangan pemuda.

Dikonfirmasi ketua IWO Kabupaten Lingga, Mardian menyampaikan seni sastra puisi memiliki arti yang luas. Penyampaian penyair yang melantunkan kata demi kata berkonotasi sehingga mampu menghanyutkan penikmat puisi seakan berada dialam itu.

Menurutnya saat ini seni sastra lisan sudah mulai bangkit di kabupaten Lingga. Beragam kegiatan banyak digiatkan pemuda dengan tidak luput menampilkan seni lisan.

“Kita membuat parade puisi umum ini semata mata hanya bersifat untuk mengisi waktu liburan dan cuti bersama.. Kita memilih pembacaan puisi karena puisi itu simple dan bisa dibaca di mana saja, maka kita mengambil taman pemuda Singkep untuk sbagai pentasnya,” ungkap dia, Rabu (26/12).

Terlebih dari sudut pandangnya membaca puisi itu spontan dan tidak harus menggunakan tempat khusus. Dengan digiatkan acara seperti ini, bisa dipusatkan satu tempat untuk penyair Kabupaten Lingga mengkreasikan seni lisan baik narasi ciptaan sendiri maupun ciptaan penyair lain yang sudah terkenal.

“Ya kita gunakan taman pemuda yang arealnya umum dan terbuka. Hal ini kita ambil agar para sastra bisa bermain vokal, bloking maupon mimik yang di tampilkan dengan kesederhanaan kita bisa berkereasi seni sastra lisan,” papar dia.

Ditempat yang sama ketua PPM Lingga, Ade Permana menyampaikan sebagai kaula muda pihaknya merasa terpanggil mengiatkan kegiatan positif seperti ini. Menurutnya pembacaan puisi secara tidak langsung membangkitkan kembali gairah seni sastra lisan yang sempat berjaya di Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.

“Kita berharap dari acara ini akan ada lagi penggiat ataupun organisasi lain yang menggelar pembacaan seni satra ini guna membangkitkan kembali gairah ke sastraan di Lingga,” ujar dia.

Dia katakan acara malam puisi umum ini, dibuat mendadak karena ide muncul dari sejumlah penggiat seni lisan di Dabosingkep. Dengan begitu, acara dikonsepkan lebih luas dengan brosur kegiatan, sehingga para penggiat seni di Kabupaten Lingga hadir dipentas sederhana ini.

“Iya para pengiat seni sastra menyempatkan hadir untuk menyalurkan bahasa sastranya, meskipun kami tidak mengadakan undangan pada satu orangpun namun hanya bersifat spontan saja. Tapi itulah darah sastra selalu rindu akan puisi yang di bacanya,” ucap dia. (MK/arp)