Dua Putra Karimun Wakili Indonesia Di Pertandingan Karnival Kraf Di Johor, Malaysia

Kepri Abu Abdilah Fahmi dan Jupriadi Peserta Karnival Perwakilan Indonesia Asal Karimun Saat Persiapan Bertanding.
Kepri Abu Abdilah Fahmi dan Jupriadi Peserta Karnival Perwakilan Indonesia Asal Karimun Saat Persiapan Bertanding.

KARIMUN (Marwahkepri.com) – Dua putra asal Kabupaten Karimun, Kepri Abu Abdilah Fahmi dan Jupriadi, mewakili Indonesia mengikuti pertandingan Karnival Kraf dan IKS Labis yang digelar oleh Pertumbuhan Amal Melayu Labis (PAM), di Johor Malaysia, Kamis (14/12/2017).

Karnival tersebut bersifat Kebudayaan Melayu dengan mempertandingkan berbagai macam pertandingan seperti, Memanah Tradisional, Menampilkan Keris Melayu, Busana Melayu Masa Lampau dan pertandingan Ketajaman Parang Khas Melayu.

Kepri Abu Abdilah Fahmi, salah seorang peserta perwakilan dari Indonesia asal Kabupaten Karimun mengatakan, kegiatan Karnival ini merupakan yang pertama diadakan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi dirinya karena mampu mewakili Indonesia untuk bertanding di luar Negeri melawan Negara luar seperti, Inggris, Singapura, Thailand, Malaysia dan Negara-negara lainnya.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi saya dan rekan saya Jupriadi, karena kami berdua bisa mewakili Indonesia untuk bertanding melawan beberapa Negara yang mengikuti pertandingan ini. Ini merupakan jemputan pertama Indonesia dan Alhamdulillah, Karimun Kepri yang menjadi perwakilannya,” ucap Fahmi.

Dia mengatakan, dipertandingan penampilan busana melayu, Indonesia mendapat ranking 9 yang diikuti sekitar 200 peserta. sedangkan dalam pertandingan menampilkan keris khas melayu, Indonesia mendapat ranking 15 dengan diikuti sebanyak 300 peserta.

Selain itu, Indonesia juga mendapatkan lima penghargaan dari Kerajaan Johor Darul Takzim, Malaysia.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmi berharap, tahun depan Indonesia mampu meraih penghargaan dengan peringkat yang lebih baik lagi. Pemerintah juga diharapkan turut andil dalam pengembangan budaya Melayu, sehingga budaya Melayu tetap dilestarikan.

“Saya berharap, pemerintah ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan budaya melayu sehingga nantinya tidak kalah saing dengan negara luar,” ujarnya.(MK/Riandi)