Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Lingga : Kita Akan Tata Ulang Lokasi Ini

(IST)
(Ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Bupati Lingga, Alias Wello meninjau lokasi kebakaran 51 unit ruko di Kampung Cina, Kecamatan Lingga yang terbakar pada Selasa (28/11) malam kemarin.

Setibanya di lokasi, didampingi Wakil Bupati Lingga, M Nizar dan Staf khusus bidang pendidikan dan kesehatan Rudi Nugroho serta Kapolsek Daik, Iptu Sugianto langsung berbincang-bincang dengan korban kebakaran serta bagaimana penataan ulang bangunan perumahan di kampung itu nantinya.

Dirinya mengaku perihatin dengan musibah yang terjadi. Walau tidak ada korban, namun mengakibatkan kerugian dari segi materi yang cukup signifikan melebihi satu tahun APBD Kabupaten Lingga yakni Rp25,1 miliyar.

“Kita perlu tingkatkan kesiapsiagaan kita agar musibah seperti ini dapat dihindari atau paling tidak kita sudah antisipasi,” ujar dia disela-sela mengamati puing-puing bangunan, Kamis (30/11).

Selain itu Bupati Lingga juga mengatakan sudah mengajak beberapa temannya dibidang pembangunan untuk mencoba mendesain ulang opsi penataan dari Pemkab.

“Tetapi mana yang bisa membangun sendiri biar dia bangun sendiri lagi. Tapi ada konsep tentang penataan. Kalau itu kita bagaimana nanti dengan pihak ketiga,” ujar dia.

Kemungkinan kata dia, perencanaan bangunan nanti dua lantai. Namun opsi lain kemungkinan dilakukan relokasi dengan opsi wilayah kebakaran dilakukan penghijauan dengan penataan baik.

“Beberapa alternatif nanti kita kasih kawasan ini menjadi kawasan strategis,” ucap dia.

Lebih lanjut kata dia ada beberapa solusi. Yang jelas dalam hal ini pemerintah daerah tidak tinggal diam begitu saja mengingat Kampung Cina merupakan wilayah perputaran ekonomi warga Daik dan sekitar.

“Provinsi juga telah menurunkan bantuan. Saya apresiasi bapak Gubernur sampai turun malam-malam. Sudah cukup tanggap dari pemerintah. Pak Waki Bupati juga telah hadir sejak musibah dan memimpin beberapa rapat darurat,” kata dia.

Menimbang kerugian yang tidak sedikit, dia katakan harus membangun dari nol. Sebab itu dia harus berusaha menggandeng pemilik lahan serta pihak developer. Kalau tidak ditangani cepat, menurutnya akan ada dampak pada perekonomian di Daik.

“Pemda punya konsep begini nantinya. Kesulitan masyarakat untuk memutar perekonomian,” lanjut dia. (MK/arp)