Karena Dangdut Berbusana Minim Hilang Akar Tamadun

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Kehadiran artis dangdut pada malam kegiatan dengan tema besar Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa digelar di Daik oleh pemerintah Kabupaten Lingga dinilai kurang tepat pada tempatnya. Hal ni banyak menimbulkan kerugian pedas masyarakat salah satunya di media sosial.

Acara yang berjuluk Tamadun Melayu mengangkat adat dan budaya Melayu hilang sekelip mata setelah goyang dumang yang dipamerkan sang artis.

Salah satu warga, Wandi menilai adanya artis dangdut yang ditampilkan oleh panitia pelaksana jauh keluar dari norma adat Melayu. Semestinya panitia lebih jeli dan paham apa tajuk kegiatan yang diangkat.

“Kalau temanya Melayu itu jauh manfaat. Sangat disayang kenapa harus dangdut,” ungkap dia, Rabu (22/11) malam.

Tak hanya itu, kritikan-kritikan miring juga dibisa ditemui oleh pengguna media sosial salah satunya Facebook. Nitizen ini menyebutkan “Katanya Tamadun itu peradaban Melayu. Katanya Ini Bunda Tanah Melayu. Ehhh.tauny artis Ibukota nyanyinya lagu Cita-citata. Pakai ajak orang bejoget…#ITU_KATANYA,” tulisan nitizen.

Penampilan artis berparas manis tersebut, mengundang pro dan kontra dikalangan masyarakat Lingga dikarenakan gaya berpakaian yang tidak pantas dan terlalu terbuka.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Dato’ Muhammad Ishak turut menyayangkan. Dia katakan bukan dari segi lagu yang dibawakan sang artis, namun lebih kepada pakaian yang digunakan dipandang kurang pantas di kalangan masyarakat Melayu Lingga.

Apalagi tajuk yang diangkat terkait peradaban dan kebudayaan Melayu.

“Dari awal, kami yang juga merupakan panitia Tamadun, telah memperbincangkan untuk mendatangkan artis melayu dari Malaysia, seperti Siti Nur Haliza, tapi tau-taunya yang datang bukan artis melayu,” kata dia, Kamis (23/11).

Menurutnya tentu busana yang pantas digunakan adalah busana melayu ataupun busana muslim yang telah ditunjukkan oleh artis-artis lokal.

“Saya tidak tau sebenarnya siapa yang mengurus artis, karena bukan konteks kami, dan dana tidak dari Dinas Kebudayaan. Tidak ada anggaran khusus untuk mendatangkan artis ini,” ujarnya.

“Kita menyayangkan betul lah, kita tidak menyalahkan artis, tapi yang sedikit kita tekankan, busana. Karena itu bertentang lah dari judul Tamadun itu sendiri. Kita dah wanti-wanti. Semalam saya dah menelpon, menyampaikan kepada Kabag Umum pak Armia, apa ada artis datang, saya sampaikan jangan sampai memakai yang terbuka-terbuka lah. Tapi terlepas direspon atau tidak, saya tidak tau,” papar dia yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga ini. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.