Lengkap Berpakaian Adat, JK : Melayu Punya Andil Menyatukan Nusantara

Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya di hadapan tamu undangan dan masyarakat Kabupaten Lingga (arpa)
Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan pidatonya di hadapan tamu undangan dan masyarakat Kabupaten Lingga (arpa)

Lingga (marwahkepri.com) –
Setelah menerima gelar Sri Perdana Mahkota Negara oleh Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau, Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla menilai perbedaan-perbedaan yang ada di Nusantara telah berhasil menyatukan Indonesia.

Hal tersebut diutarakan karena pada proses penabalan gelar cukup kental dengan budaya Melayu yakni dilakukan pemasangan tanda kebesaran adat berupa Tanjak, Selempang, Keris dan Warkah oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Datok Sri Setia Amanah, Abdul Razak.

Jusuf Kalla yang ditemani istrinya Mufidah Kalla turut mengenakan tudung manto sebagaimana adat Melayu tentang tutup kepala perempuan. Proses pemberian gelar disakralkan dengan adat Bertepuk Tepung Tawar.

Pada sambutannya Jusuf Kalla menilai Melayu selalu dan menjadi bagian sangat penting walaupun di Nusantara. Bahkan Melayu punya andil mempersatukan bangsa Indonesia lewat bahasa.

“Walaupun bukan mayoritas tapi, kita semua sebangsa ini sepakat memakai bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia kita,” jelas dia dihadapan tamu undangan yang hadir pada pembukaan Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarabangsa, Minggu (19/11).

Sebagaimana diketahui berdasarkan sejarah Melayu dan Bugis di Kesultanan Lingga-Riau merupakan kesatuan. Sebagai sosok yang berasal dari Bugis, dia turut bercerita keduanya sejak berabad-abad lalu selalu saling mendukung satu sama lain.

“Di sini begitu banyak suku Bugis, tetapi di Makassar juga banyak penduduk dari Melayu sehingga kampung yang pertama kali apabila masuk di Makassar adalah kampung Melayu. Tentu ini menjadi hubungan sedarah yang tidak bisa kita pisahkan,” tegasnya.

Ungkap tersebut jelas selaras dengan Kampung Bugis pula yang berada di Daik. Setelah melewati kampung Cina di muka sungai Daik akan pula dijumpai Kampung Bugis.

Dia juga mengucapkan terimakasih atas pemberian gelar sebagai bentuk penghormatan tinggi kepadanya. “Pertama-tama saya ucapkan terimakasih atas penghormatan tinggi kepada saya dan istri saya. Setelah dipertimbangkan dengan baik. Amanah ini akan saya emban sebaik-baiknya,” ucap dia. (MK/arp).

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.