Pemkab Lingga Rayakan Gelar Pahlawan Nasional Sultan Mahmud

(doc)
Arak-arakan yang dilakukan Pemkab Lingga sambut Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Riayat Syah III di Daik Lingga (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Pemkab Lingga melakukan arak-arakan merayakan raihan gelar Sultan Mahmud Riayat Syah yang dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (9/11) kemarin, Arak-arakan tersebut, sekaligus mengajak zuriat Sultan Mahmud Riayat Syah III, Tengku Husien bin Tengku Muhammad Saleh Damnah berkeliling kota Daik, Kamis (16/11).

Pantauan lapangan, sesuai arak-arakan menggunakan mobil merayakan moment yang membanggakan itu. Menyambut predikat plakat resmi pahlawan Nasional, pemkab Lingga yang diwakili Wakil Bupati Lingga M Nizar langsung menjemput zuriat Sultan Mahmud Riayat Syah III di muka jalan kantor Bupati Lingga. Kemudian arak-arakan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju gedung daerah Kabupaten Lingga.

Sebagaimana diketahui, Sultan Mahmud Riayat Syah III merupakan Sultan Kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang yang memindahkan pusat pemerintahan ke Lingga pada 1787 sampai 1811. Beliau dikenal sebagai Sultan yang menerapkan strategi perang gerilya laut, sehingga Belanda harus mengakui Kemerdekaan Kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang. Kedaulatan Sultan Mahmud Riayat Syah pun diakui sebagai Penguasa Terbesar Kesultanan tersebut.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 115/TK/Tahun 2017, Sultan Mahmud Riayat Syah III dinobatkan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (9/11) kemarin.

Wakil Bupati Lingga, M Nizar mengkaji bangga. Dengan proses perjuangan yang panjang akhirnya Sultan Mahmud Riayat Syah III, seorang sultan sat Daik Lingga menjadi Pahlawan Nasional.

“Upaya yang cukup panjang. Bermula dari rezim pemerintahan pak Daria kemudian masuk 2 tahun pemerintahan Awe-Nizar dan Alhamdulillah,” ujar Nizar, Kamis (16/11).

“Ini bukan juga perjuangan yang mudah, dari Kapala Dinasnya Pak Ishak, kemudian Pak Junaidi, Kemudian Pak Aswar dan kembali lagi ke Pak Ishak dan alhamdulillah proses ini dengan tim-tim dari provinsi sampai profesor dan alhamdulillah berhasil,” lanjut dia.

Dia akui Sultan Mahmud Riayat Syah III merupakan pahlawan nasional satu-satunya yang dari provinsi Kepri. Sebelum memang ada nama pahlawan nasional yakni Raja Haji Fisabilillah dan Raja Ali Haji yang dikenal sebagai bapak bahasa merupakan pahlawan nasional yang diusung sebelum pemekaran provinsi Kepri dari provinsi Riau.

“Tak disangka-sangka juga proses ini mendapat ridho dari Allah SWT,” papar dia.

Dengan hadirnya zuriat Sultan Mahmud Riayat Syah III, Tengku Husien bin Tengku Muhammad Saleh saat itu, dia mengaku hal yang sangat luar biasa.

“Dengan mandat ini pula kami pemerintah daerah hari mampu menjaga memelihara makam beliau. Dipercantik sedemikan rupa. Supaya orang kenal ini Sultan Mahmud Riayat Syah III,” lanjut dia.

Dia berharap keberhasilan Sultan Mahmud jangan hanya sekedar kebanggaan semata melainkan bagaimana semua orang bisa mengetahui baik dari dalam negeri maupun luar negeri bahwa inilah pahlawan yang berasal dari Kabupaten Lingga. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.