BNNK Karimun : Rehabilitas Pecandu Narkoba di Karimun, Lebihi Target

BNNK KARIMUN : Kepala BNNK Karimun, Amad Soleh, ketika diwawancarai awak media, usai menghadiri Press Rilis tangkapan narkoba di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun, Senin (13/11/2017) di Kantor KPPBC Tanjung Balai Karimun. (Foto/MK/Hasian).
BNNK KARIMUN : Kepala BNNK Karimun, Amad Soleh, ketika diwawancarai awak media, usai menghadiri Press Rilis tangkapan narkoba di Pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun, Senin (13/11/2017) di Kantor KPPBC Tanjung Balai Karimun. (Foto/MK/Hasian).

Karimun (Marwahkepri.com) – Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNNK) Karimun, Amad Soleh menyatakan bahwa target rehabilitas pecandu narkoba di Kabupaten Karimun melebihi target. Hal itu diungkapan kepada awak media, usai menghadiri Press Rilis, Senin (13/11/2017) di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabeanan B Tanjung Balai Karimun.

Dikatakan, untuk target rehabilitas pecandu narkoba pada tahun 2017 ini, sebanyak 80 orang pecandu. Namun, belum habis masa tahun 2017 sesuai target, target rehabilitas tersebut sudah melampaui atau melebihi batas. Hal itu tentunya dinilai bahwa Kabupaten Karimun, sudah masuk kategori darurat narkoba.

“Hingga bulan November ini, sudah lebih dari 80 pecandu narkoba yang direhabilitasi. Ini sudah melebih dari target tersebut. Tentunya dengan hal ini, Kabupaten Karimun sudah termasuk kategori darurat narkoba,”ungkapnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan rehabilitas maupun upaya-upaya lain dalam menangani kasus-kasus narkoba maupun dalam pemberantasan peredaran narkoba maupun penggunanya. Karena, narkoba tidak dapat ditoleransi lagi. Karena narkoba adalah musuh negara dan telah merusak para generasi muda.

Menurutnya, perlu adanya pembentukan satuan tugas (Satgas) anti narkoba dipelabuhan-pelabuhan Domestik maupun pelabuhan internasional di Tanjung Balai Karimun. Mengingat Kabupaten Karimun merupakan daerah kawasan yang strategis dan perairan internasional yang sangat dekat dengan negara luar, seperti Malaysia dan Singapura.

“Kita sudah lama mengusulkan ke pihak Bea Cukai selaku instansi terkait, agar satgas anti narkoba di pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun dibentuk. Namun, hingga kini, hal itu belum ditanggapi. Efektifnya, satgas anti narkoba, perlu segera dibentuk,” tukasnya.

Selain itu, dia juga menerangkan dengan banyaknya penangkapan narkoba oleh satgas anti narkoba yang dibentuk beranggotan dari Bea Cukai dan BNN di Bandara Seokarno Hatta Jakarta pada Tahun 2006 lalu.

“Kemungkinan para sindikat dan jaringan peredaran narkoba, beralih beraksi melalui jalur laut,”tutupnya. (mk/Hasian).