Karang Taruna Harus Jadi Leading Sektor Masalah Sosial

Dukumen Facebook Sutarman lbey
Dukumen Facebook Sutarman lbey

Lingga (marwahkepri.com) – Setelah terbentuknya kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Lingga masa jabatan 2017-2022 pada temu karya ke-II yang digelar di Hotel Lingga Pesona beberapa waktu lalu. Ketua terpilih, Sutarman berharap organisasi kepemudaan ini dapat menjadi motor setiap kegiatan yang ada di desa, serta menjadi penyambung tangan desa dalam menggali serta  menginformasikan potensi-potensi yang ada di desa.

“Kami berharap dengan terbentuknya Karang Taruna ini, bisa menjadi pendorong dan penggerak program pemerintah baik desa maupun meningkat ke Kabupaten,” ujar dia, Kamis (09/11).

Beberapa pekerjaan rumah telah menanti pengurus baru ini terutama berhubungan dengan bidang sosial. Sebagai ketua terpilih, Sutar berharap permasalahan sosial yang terdiri dari bermacam-macam, seperti kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, pelacuran, delinkuensi anak-anak, alkoholisme, disabilitas dan sebagainya secara umum dapat dikurangi. Karang Taruna hendaknya menjadi leading sektor perubahan desa. Karena Karang Taruna organisasi yang beranjak dari bawah.

Dari hasil Temu Karya ke-II Karang Taruna Kabupaten Lingga yang diwakili 9 Kecamatan saat itu secara umum menekankan Karang Taruna desa bisa berkembang dan hidup. Dengan melalui dana DD sangat mudah dan bisa dikelola salah satunya untuk pengembangan kewirausahaan guna memandirikan Karang Taruna itu sendiri.

“Jelas sesuai perogam nasional tentang desa maju mandiri dan sejahtera. Dua poin mandiri dan sejahtera itu adalah wewenang karang taruna jadi inilah yang ingin diperkuat dari desa karena karang taruna tumbuh dari bawah,” lanjut Sutar.

Dia juga ingin Karang Taruna bisa lebih membantu masyarakat. Terutama dalam mengangkat saudara kurang beruntung di desa, seperti menyiapkan perbaikan rumah, sanitasi, dan penyediaan air bersih. Tentunya pengurus karang taruna juga dituntut untuk proaktif, sebab sebagai wadah dan forum Karang Taruna harus secara otomatis memiliki kelembagaan yang baik.

“Saya berharap pengurus nantinya yang bisa menjadi gerakan ekonomi rakyat,” harap dia.

Dia menilai pada dasarnya kekuatan karang taruna ada di desa. Sebagai program terdekat adalah melakukan konsolidasi sebab organisasi ini merupakan forum dan wadah yang garis struktural tidak seperti organisasi yang secara hirarki dari provinsi ke kabupaten. Melainkan hanya sebuah forum komunikasi, sehingga konsolidasi harus dirajut karang taruna antar desa. Kedepannya kepengurusan di desa bakal didorong agar karang Taruna lebih eksis dan lebih berdaya.

“Kita akan bentuk kepengurusan setiap desa, minimal Karang Tarunanya ada,” tutup dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.