IMKL Tanjungpinang Surati Syamsul Bahrum Meminta Pernyataan Maaf

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Mahasiswa asal Kabupaten Lingga yang tergabung dalam wadah Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) Kota Tanjungpinang mendatangi kantor Gubernur Kepulauan Riau (Kepri). Kedatangan mereka yakni meminta pernyataan maaf Asisten II Bidang Ekonomi pemerintahan provinsi Kepri, Syamsul Bahrum terkait komentar pedasnya meremahkan program pertanian pemerintah Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu di kota Batam.

“Komentar beliau kami nilai tidak berdasarkan data akurat ini memberi opini negatif khususnya masyarakat Kabupaten Lingga. Jadi kami meminta bapak Syamsul Bahrum memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf baik tertulis ataupun lisan tentang statemen yang dilontarkan itu,” ujar korlap IMKL, Tomi Yandra, Rabu (08/11) via WhatsApp.

Meskipun tidak berada pada acara Focus Discussion Group (FGD) Kebijakan Pengelolaan Pangan Beras di Daerah Perbatasan yang diadakan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian RI di Hotel Nagoya Hill, Batam, 02 November 2017 lalu. Namun sebagai mahasiswa, kata Tomi mendengar dan membaca pernyataan Syamsul Bahrum dari beberapa media membuat pihaknya turut merasa marah. Karena Syamsul Bahrum dinilai telah melemahkan semangat membangun yang tengah digiatkan Bupati Lingga, Alias Wello.

“Kami kecewe, seorang Asisten Provinsi seharusnya mendukung upaya Bupati kami. Tidak lazim memandanah sebelah bahkan mata berbicara melayu dengan pola hidup melayi. Artinya asisten ini tidak ingin perubahan di bumi Lingga. Kita harus tegas menyikapi dan minta beliau minta maaf,” papar dia.

Sementara, Ketua IMKL Kota Tanjungpinang, Nobaryansyah membenarkan kedatangan pihaknya ke Kantor Gubernur Kepri. Mereka hanya ingin apa yang disampaikan Asisten II, Syamsul Bahrum dapat diklarifikasikan. Langkah ini merupakan langkah persuasif. Karena apa yang dilontarkan Syamsul Bahrum merupakan ejekan karena telah menyinggung upaya yang tengah digiatkan Bupati Lingga, Alias Wello.

“Saya rasa komentar tersebut tidak etis. Sejarah peradaban melayu ini sangat panjang dan dinamis dan itu terbukti melayu mampu beradaptasi dengan keadaan yang kontemporer,” kata Rian panggilan akrabnya.

Sebagai asisten yang bergelut diurusan pemerintahan ekonomi di provinsi Kepri, dia menilai seharusnya Syamsul Bahrum mendukung dengan terbukanya ekonomi baru di Kabupaten Lingga dan Kepri umumnya. Meskipun belum tampak keberhasilan yang signifikan, tapi upaya yang digiatkan adalah langkah baru perubaan. Bukan malah menilai monoton dari pola hidup melayu. Apalagi yang disinggung dan diremehkan merupakan program Nawacita presiden Jokowi.

“Tidak tepat pada tempatnya komentar yang diberikan beliau. Kita juga merasa malu karena ada utusan Kementrian Perekonomian. Terlalu singkat kalau dia menilai pesimis. Apalagi pertanian masuk juga dalam program nawacita presiden Jokowi,” ujar dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.