SMRS III Pahlawan Nasional Lingga, Ketua KNPI : Jadikan Ini Teladan Semangat Pemuda

Sultan Mahmud Riayat Syah III (net)
Sultan Mahmud Riayat Syah III (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Ditetapkannya Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan 2017 nanti menjadi salah satu hal yang patut disyukuri masyarakat dan Kabupaten Lingga dan provinsi Kepri. Penantian panjang perjuangan sejak 2012 lalu, menjadikan Sultan Mahmud Riayat Syah III dianggap wakil simbol Melayu.

Atas upaya keberhasilan, Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional mendapat apresiasi kalangan pemuda Kabupaten Lingga. Dikonfirmasi ketua Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kabupaten Lingga, Safaruddin mengatakan kabar gembira penganugerahan Sultan Mahmud Riayat Syah III pada 09 November mendatang di Jakarta menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Lingga karena telah melahirkan pendahulu yang hebat dan diakui negara.

Perjuangan Sultan Mahmud Riayat Syah III yang tidak kenal lelah melawan kuatnya penjajah dengan politik adu domba, diharapkan mampu membakar semangat generasi muda untuk terus berkarya memajukan Bumi Tanah Melayu ini.

“Kita apresiasi keberhasilan ini. Dan ini diharapkan menjadi semangat para pemuda Lingga bahwa apa yang dilakukan saat ini akan jadi yang dikenang di suatu masa nanti,” papar dia saat dikonfirmasi, Selasa ( 07/11).

Dia menilai, Sultan Mahmud Riayat Syah III memang sudah sepantasnya mendapat gelar kebanggaan itu karena gerilya lautnya yang tidak terbantahkan.
Oleh karena itu sebagai anak daerah sudah sepantasnya pula menghargai jasa beliau dan meneladani perjuangannya. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Menurutnya semangat kepahlawanan yang telah diwujudkan Sultan Mahmud Riayat Syah III merupakan amal perjuangan yang dipersembahkan kepada Kabupaten Lingga. Nilai-nilai kepahlawanan itu perlu dijunjung tinggi dengan penuh kebanggaan dan diamalkan dalam berbagai kegiatan pembangunan serta kehidupan sehari-hari sebagaimana yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

(doc)
(doc)

Untuk itu, sebagai pemuda Lingga demi kemajuan Kabupaten Lingga saat ini tidak lagi perlu angkat senjata maju ke medan perang. Sebab dizaman melenium ini cukup dengan talenta masing masing, tanpa meninggalkan jati diri generasi muda yang kreatif, inovatif namun tetap kritis terhadap segala dinamika yang terjadi dengan sikap dan tindakan solutif membangun. Karena, tahap perjuangan hari ini dan masa yang akan datang adalah mengisi kemerdekaan melalui pembangunan disegala bidang.

Pemuda merupakan generasi penerus untuk meneruskan cita-cita pahlawan sebagai sumber insani yang potensial bagi pembangunan nasional. Sebab, perkembangan dan keberhasilan daerah terletak pada generasi mudanya.

“Ya karena pemuda yang diharapkan mampu menjadi penerus tongkat estafet pemerintahan janganlah terpaku pada kepentingan. Satukan kekuatan, satu tekad, satu semangat dan satu ideologi generasi muda baik secara fisik maupun pemikiran membangunan Kabupaten Lingga tercinta ini,” papar dia dengan semangat.

Selain itu dia juga berharap penghayatan akan pejuangan pahlawan melayu ini hendaklah diartikan sebagai titik awal untuk kembali membangun kekuatan pemuda seperti yang dilakukan Sultan Mahmud Riayat Syah III kepada kepulauan Lingga dan Kepri.

Sebagai kaum muda dia juga sampaikan terimakasih atas keberhasilan Sultan Mahmud Syah III jadi pahlawan nasional. Karena, itu semua tidak terlepas dari kerja keras tim peneliti, penulis, Tim Pengkaji dan Penilai Gelar Daerah (TP2GP) Kepri, dan semangat besar Bupati Lingga, Alias Wello dalam mewujudkan impian masyarakat Lingga serta kepada tokoh Lingga dan Kepri di Jakarta dengan lobi-lobi politiknya. Salah satunya Nyat Kadir, anggota DPR RI fraksi Nasdem yang juga memiliki peranan besar tersebut.

“Kami pemuda berterimakasih karena ini bukan hanya soal kajian akademis, tapi juga perlu dukungan politik. Perlu akses ke Jakarta,” ucap dia. (MK/arp).