Wallio Teo, Sang Juara One Pride MMA Berasal dari Kabupaten Lingga

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Kabupaten Lingga perlu berbangga hati, sebab salah satu putra daerah, Wallie Teo telah berhasil menorehkan nama menjadi salah satu bintang baru One Pride MMA di kelas bantam, di partai perbaikan peringkat Fight Night 13, dengan julukannya ‘Lone Wolf’. Meskipun membela atas nama Kota Tanjungpinang, namun pria kelahiran Pancur, 02 November 1994 ini tidak pernah lupa kampung kelahirannya.

“Saya balek kampung kesini. Pancur tempat saya lahir. Tamat SMP saya melanjutkan di SMA Pelita Tanjungpinang,” ucap dia saat ditemui
di Daik Lingga, Sabtu (04/11).

Menurut dia sejak 2006 silam meninggalkan Pancur, untuk belajar keluar daerah. Banyak ilmu yang dia pelajari terutama tentang bela diri. Debut karirnya, sebagai patarung MMA dimulai sejak tahun 2015 silam dengan basik bela diri boxing dan wushu sanshou. Dengan rekor kemenangan enam kali menang dan belum terkalahkan yakni di Indoensia 3-0 dan di Philipina 3-0.

Hingga petarung debutan, Wallie Teo, berhasil menunjukkan kelasnya sebagai salah satu bintang baru One Pride Mixed Martial Arts di kelas bantam. Berduel dengan Oktavianus Tailoe yang mewakili Tabasi di partai perbaikan peringkat Fight Night 13, Wallie menang di ronde pertama menit ketiga detik 27 dengan teknik rear naked choke.

“Saya bersyukur atas kemenangan kemarin. Tanggal 02 Desember nanti saya akan ikut lagi,” kata dia.

Keberhasilan dia yang muncul di TV One kemari, sontak membuat pemuda di Lingga kagum. Bagaimana tidak, MMA salah satu olahraga masa kini yang sangat tren diikuti perkembangannya oleh pemuda selain sepakbola. Kehadirannya di kampung halamannya, Pancur disambut baik, bahkan saat berkunjung di Daik Lingga banyak pemuda yang menghampirinya sekedar berbagi pengalaman.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat dia berencana akan membuat acara Goran atau Colouran serta festival musik dan undangan Sheila on 7 di Tanjungpinang. Saat ini pihaknya tengah mencari tempat berupa lahan kosong sebagai tempat acara.

Dia yang juga punya basecamp berupa pusat latihan wushu sanshou dengan nama Wellio Teo Fighter Camp (WTFC)
di jalan Tambak dan juga di Jalan D.I Panjaitan KM7  berkerjasama dengan kota Bandung. Tekad  yang kuat ingin   melakukan pembinaan kepada calon atlet-atlet muda.

Pasal itulah selain mengunjungi kampung halaman, kehadiran di Kabupaten Lingga sekaligus membuka peluang untuk anak-anak muda di Kabupaten Lingga yang punya bakat olahraga ini untuk ikut berpartisipasi pada camp yang dimilikinya. Karena menurutnya tidak ada yang tidak bisa dicapai bila berusaha dengan tekat yang kuat.

“Kalau untuk member-member biasa kita buka pendaftaran. Tapi kalau atlet kita latih dulu. Kalau kompeten kita bina,” papar dia.

Terlepas itu semua, dia mengakui keberhasilan merambah atlet kancah nasional merupakan keberhasilan dengan donatur sendiri. Untuk itu Waliie berharap pemerintah daerah bisa melihat prestasi-prestasi yang telah ditorehkan terutama putera daerah yang berprestasi.

“Sekarang banyak atlit bayaran dari luar untuk bela Provinsi Kepri, sedangkan atlit daerah yang bagus tidak diangkat dan dibina,” lanjut dia.

“Saya sebagai putera daerah hanya ingin membuktikan bahwa kita juga bisa, kita hebat, berjuang membuktikan diri,” ujarnya. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.