Pelopor Taksi Online Menentang Kebijakan Iman Sutiawan

Ilustrasi taksi online. (net)
Ilustrasi taksi online. (net)

BATAM (Marwahkepri.com) – Pernyataan Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Iman Sutiawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintahan Kota Batam, Selasa (31/10), menuai protes dari para pelopor taksi online

Iman Sutiawan meminta pada Walikota Batam, Kapolresta Barelang dan Dinas Perhubungan Kota Batam agar segera menutup operasional taksi online di Batam.

“Hari ini sudah final, tidak ada lagi kompromi. Taksi online dilarang beroperasi, meminta kepada Walikota Batam dan Kapolresta Barelang untuk menutup operasi taksi online. Disamping itu juga meminta Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri agar segera menutup,”kata iman seperti dikutip dari centralbatam.co.id.

Pernyataan Iman Sutiawan tersebut menimbulkan pelopor taksi online, Belly Masuara angkat bicara dan menentang himbauan dari wakil ketua DPRD itu. Jika memang mau dihentikan atau ditutup, supaya dibuat Perda pelarangan taksi online di Batam.

“Kita tantang mereka, apakah mau dan berani membuat Perda pelarangannya taksi online tersebut. Kalau mereka benar-benar ingin melarang, seharusnya mereka melahirkan Perda saja biar kekuatan hukumnya jelas bukan sekedar Rapat Dengar Pendapat lalu melahirkan kesepakatan pelarangan,”tegas Belly.

Menurutnya, Rapat Dengar Pendapat yang diadakan DPRD Kota Batam bersama Walikota Batam, Kapolresta Barelang dan Dinas Perhubungan, kemudian melahirkan kesepakatan pelarangan beroperasinya taksi online itu hanya gertak sambal karena kekuatan hukumnya tidak kuat.

“Ancaman wakil DPRD itu, saya pikir ini tindakan sedikit keliru, karena mereka gagal paham,”ungkapnya.

Sementara kekuatan hukum dengan adanya putusan MA yang menerangkan agar diberi ruang regulasi, dalam hal itu Gubernur sebagai pemegang mandat regulasi. Dengan memberi kemudahan dalam pengurusan tranportasi online serta  melengkapi berkas-berkas yang dipersyaratkan.

Munawir

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.