Dipimpin Kapolda, Ketua KNPI Lingga: Ini Rekor dan Tonggak Kebangkitan Pemuda di Lingga

Ketua KNPI Lingga bersama Kapolda Kepri (arpa)
Ketua KNPI Lingga bersama Kapolda Kepri (arpa)

Lingga (marwahkepri.com) – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lingga, Safaruddin menyatakan Hari Sumpah Pemuda merupakan hari bersejarah dan menjadi insprirasi serta motivasi bagi seluruh rakyat Indonesia, terlebih di Kabupaten Lingga ditahun 2017 ini. Pasalnya tahun 2017 merupakan tonggak kebangkitan pemuda Lingga dimana pencapaian sebuah rekor mengadakan upacara peringatan penyambutan Hari Sumpah Pemuda sebanyak lebih kurang 60 pemuda di puncak Bukit Permata dan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin langsung Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian dilapangan Merdeka Dabosingkep, Sabtu (28/10).

“Sumpah Pemuda 28 Oktober itu masih eksis dan sudah mendarah daging di hati sanubari rakyat Indonesia. Dan kami pemuda Lingga tahun ini sejarah kebangkitan ,” tegas Safar, Minggu (29/10).

Dengan memperingati Hari Sumpah Pemuda, Sabtu 28 Oktober 2017 kemarin, kita rakyat Indonesia kembali mengenang tekad pemuda yang telah mengikrarkan komitmen rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Meski waktu itu jarak tempuh yang belum terfasilitasi dengan baik, baik itu transportasi maupun komunikasi pemuda dari beberapa sudut Nusantara bersatu, bertemu dan mengikrarkan Sumpah Pemuda.

Hal ini menjadi contoh dan api semangat pemuda di Kabupaten Lingga menjadikan Sumpah Pemuda sebagai awal perubahan dan membangun Kabupaten Lingga.

“Inilah hari momentum perjuangan Indonesia yang dipelopori anak-anak muda. Momentum ini menjadi tonggak pembangunan karakter bangsa sehingga terwujud Pemuda yang Santun, Cerdas, Inspiratif dan Berprestasi. Inilah landasan kami pemuda Lingga untuk mengawali pperubahan dengan baik,” pungkas dia.

KNPI di sebagai peserta upacara Hari Sumpah Pemuda di Dabosingkep (arpa)
KNPI di sebagai peserta upacara Hari Sumpah Pemuda di Dabosingkep (arpa)

Dizaman modern saat ini bangsa Indonesia membutuhkan figur-figur pemuda yang santun, cerdas, inspiratif dan berprestasi. Kabupaten Lingga perlu didukung dengan pemuda seperti itu. Jangan jadikan kemajuan transportasi dan komunikasi menjadi pemecah belah kesatuan persatuan pemuda. Komunikasi yang lancar baik berupa media sosial dan lainnya jangan dijadikan alat pengadu domba dan penyebar kebencian.

”Pemuda yang santun adalah pemuda yang memiliki budi pekerti, berakhlak mulia, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta peduli terhadap sesama. Kebijakan pemerintah hendaknya dicermati dan dikritik Dnegan solusi,” ujar dia.

Disamping itu Pemuda kata dia juga dituntut untuk santun dalam perkataan, pikiran dan perbuatan. Apalagi saat ini semakin canggihnya alat komunikasi membuat kita sangat mudah menyampaikan aspirasi, saran dan kritikan. Dia berharap komunikasi yang mudah dapat dijadikan alat penyatuan membentuk dan mendiskusikan kegiatan dan pemikiran serta ide-ide positif menyongsong pembangunan di Kabupaten Lingga.

“Saat ini kita bebas untuk menyampaikan pendapat dan kritikan. Namun kritikan yang kita sampaikan itu hendaknya bersifat membangun. Janganlah kita saling menjelekkan satu dengan yang lain. Karena itu akan membawa permusuhan dan pemecah belah pemuda,” papar dia.

Apalagi dimomen Sumpah Pemuda ke 89 ini, peringatan upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian, orang nomor satu di kepolisian Kepulauan Riau. Menjadi tonggak semangat bangkitnya pemuda Lingga. Dengan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga, Iman Nahrowi yang dibacakan Kapolda justru diharapkan menjadi bukan menjadi abu Sumpah Pemuda melainkan menjadi api semangat.

Dia juga mengajak organisasi pemuda menjadi motor pemersatu dan memiliki peran untuk ikut menyelesaikan pembangunan di Kabupaten Lingga ini. Sebagai contoh persatuan itu dilangsungkan dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Bukit Permata, Daik Lingga yang melibatkan sejumlah organisasi pemuda Lingga.

“Terutama kita bisa giatkan persatuan itu dengan kegiatan yang bersifat positif dan  keagamaan atau kebudayaan. Seperti yang kita lakukan beberapa waktu lalu. Pemuda bisa menjadi motor yang menciptakan program yang berguna bagi pemuda. Dengan peran aktif KNPI, maka jembatan antar pemuda dapat terjalin secara efektif,” ujar dia.

Memang dia mengakui terjadinya gesekan antar pemuda yang selama ini di Kabupaten Lingga seringkali diawali oleh permasalahan-permasalahan kecil sehingga masalah yang kecil sering dibesar-besarkan. Tapi pihaknya juga telah melakukan pertemuan diskusi bersama Bupati Lingga dengan mengundang seluruh pemuda Lingga yang kritis dan untuk dapat memberi solusi.

“Kita harap setelah diskusi itu, kedepannya tidak ada lagi pecah belah suara. Organisasi kepemudaan yang ada akan semakin memperkuat kepemerintahan kita untuk membangun daerah ini,” tutup dia. (MK/arp)