Puluhan Pelajar Mahasiswa dan Pemuda Antusias Mendengar Pemahaman UU ITE

Ketua KNPI Lingga saat memaparkan pentingnya informasi benar kepada peserta seminar (doc)
Ketua KNPI Lingga saat memaparkan pentingnya informasi benar kepada peserta seminar (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Puluhan undangan yang didominasi pelajar dan mahasiswa di Dabosingkep antusias mendengarkan seminar Kepemudaan pemahaman tentang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dijabarkan beberapa narasumber. Seminar yang digiatkan PK KNPI Singkep dilakukan di gedung and pertemuan Sapta Pesona, Kelurahan Dabo Kecamatan Singkep, Rabu (25/10).

Ketua PK Singkep Andi Suryadi mengatakan inisiatif ini dilakukan melihat banyak berkembangnya informasi-informasi hoax di media sosial. Sehingga banyak kalangan masyarakat, pemuda, dan pelajar secara tidak sadar ikut terlibat menyebarkan berita bohong (hoax), tanpa mengetahui secara bijak isi informasi. Apalagi hal itu bertentangan dengan hukum yang ada di Indonesia.

“Media sosial banyak dampak hukum. Untuk itu hendaknya kita berhati dalam penggunaan media sosial. Sebab secara tidak sadar penggunaan media sosial kita ini dipantau dari tim Cyber yang dibentuk,” papar dia saat itu.

Seminar tersebut turut mengundang pihak Polres yang diwakili Kasat Reskrim, AKP Surharnoko, Pegawai Kemenag Zaid dan Pegawai Kominfo Humas Pemkab Lingga, Mohc Vhedy Thabranie sebagai pembicara atau narasumber.

Untuk itu dia meminta kepada pihak narasumber dapat memberi pemahaman terkait penggunaan media sosial yang benar.

“Kita ngeri melihat kondisi hari ini. Bebasnya arus informasi, kemudahan mengakses berita, kemudahan dalam memproduksi berita berbanding lurus dengan distribusi informasi. Terlepas berita itu berupa fakta ataupun bohong (hoax). Bahkan mengandung unsur ujaran kebencian,” kata Andi.

Dengan masih kurangnya tempat untuk para pemuda mengekspresikan minat dan bakat tentunya menambah deretan panjang persoalan pemuda hari ini. Sebagai langkah awal seminar ini diharapkan dapat memberikan perhatian dan upaya dari semua pihak untuk mengawal generasi hari ini membangun kelompok studi produktif yang sesuai dengan perkembangan.

“Kita tidak ingin pemuda Lingga terjebak pada persoalan hukum, faham radikal bahkan ikut merongrong keutuhan NKRI akibat dari salah memanfaatkan media sosial yang tanpa filter menebarkan konten yang sulit untuk dipertanggungjawabkan kebenarannya,” papar dia.

Sementara, Ketua DPD KNPI Kabupaten Lingga, Saffaruddin menegaskan bahwa para pemuda harus mengambil peran dan tidak terpengaruh dengan berita bohong. Apalagi dalam pemanfaatan teknologi informasi dan segala aturan mainnya.

“Kita pada sempena peringatan Hari Sumpah Pemuda ini sudah melakukan beberapa kegiatan. Baru ini kita melakukan pendakian. Dan nantinya kita mengadakan diskusi dan upacara di Dabosingkep,” ujar dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.