Kadis Bapedal Dendi Purnomo Tertangkap Tangan Kasus Dugaan Suap

WhatsApp Image 2017-10-24 at 12.28.44

BATAM (marwahkepri.com) – Kepala Dinas Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (BAPEDAL) Kota Batam Dendi Purnomo tertangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim saber pungli di kediamannya di Komplek Pengairan No. 06  RT/RW 06/012 Sei Harapan Kel. Tanjung Riau kec. Sekupang, Senin (23/10).

Dalam operasi penangkapan yang berlangsung pukul 14.00 WIB itu juga turut diamankan AM (58) yang merupakan Direktur PT. Telaga Biru Semesta dengan barang bukti yag berhasil disita dari Dendi Purnomo yaitu uang tunai yang berada dalam amplop putih Sejumlah Rp. 25.000.000.- dan 2 buah amplop berisi uang masing-masing Rp. 5.000.000.- yang berhasil disita dari tersangka AM.

Kasus yang menimpa Kepala Bapedal ini bermula saat tersangka AM selaku pemenang lelang atas pekerjaan Tank Cleaning dengan nilai kontrak sejumlah kurang lebih Rp. 4.000.000.000.- (Empat Miliar Rupiah), yang mana tersangka AM selaku Direktur PT. Telaga Biru Semesta melakukan pengurusan dokumen terkait kegiatan Tank Cleaning di kantor dinas lingkungan hidup Kota Batam, dengan maksud agar rencana berita acara pemeriksaan ditandatangani oleh Dendi Purnomo.

Akan tetapi, agar pengawasan Tank Cleaning tidak dilakukan, maka sesuai dengan komunikasi antara AM dengan Dendi Purnomo (melalui handphone), dilakukan kesepakatan, dan diadakan pertemuan di rumah Dendi Purnomo, dan waktu yang bersamaan datang AM membawa uang.

Operasi tangkap tangan yang menggemparkan lingkungan Pemerintah Kota Batam tersebut juga turut mengamankan beberapa barang bukti lain yaitu 1 baju batik beserta hanger, 1 unit telepon genggam merek Samsung S8 Warna Hitam dengan kartu Telkomsel nomor 081170xxxx yang disita dari tersangka Dendi Purnomo, serta 1 unit handphone merek Samsung Note 5 warna hitam dengan Nomor 08117719xxx dan 1 Buah Tas Dompet Kulit Merek B Warna Coklat yang disita dari tersangka AM.

Atas kejadian ini tersangka Dendi Purnomo dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 5 Ayat (2), Pasal 12 A, Pasal 12 B, Pasal 11Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana Penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 250.000.000.- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Sedangkan tersangka AM dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (mk/rilis)