Alfian Dachi, Terdakwa Kasus Penipuan Cuman di Tuntut 7 Bulan Penjara

BATAM (marwahkepri.com) – Alfian Dachi, terdakwa kasus penipuan uang terhadap Hendri Ropianto sebesar Rp. 239.283.000 juta cuman dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) tujuh bulan penjara.

“Terdakwa terbukti secara sah melakukan penipuan dengan pasal 378 ayat 1, maka dituntut 7 bulan penjara,”ucap Jaksa Rumondang Manurung SH dalam tuntutannya, Selasa (24/10)di Pengadilan Negeri Batam.

Atas tuntutan tersebut, pengacara terdakwa masih melakukan pembelaan (Pledoi) dan akan dibacakan pada hari Kamis mendatang. Sementara, masa penahanan terdakwa akan berakhir pada tanggal 2 November 2017 nanti, sehingga majelis hakim meminta agar sidang tidak dapat diundur lagi.

“Masa penahanan terdakwa sudah akan berakhir, jika kuasa hukum tetdakwa mau melakukan pembelaan, sidangnya hari Kamis,” kata ketua majelis hakim, Hera Lamerosa.

Adanya dugaan intervensi dari pihak keluarga terdakwa sehingga para penegak hukum sangat sulit untuk menjatuhkan tuntutannya. Hal ini terbukti, sejak ditetapkannya sebagai tersangka hingga menjadi terdakwa, banyak upaya dan usaha untuk membebaskan terdakwa dari kasus penipuan tersebut.

Kini tinggal keputusan dari majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, apakah terdakwa Alfian Dachi nantinya akan divonis lebih ringan atau sebaliknya. Jika putusan hakim lebih ringgan maka dugaan terdakwa akan bebas dari penjara.

Sementara pada perkara perdata dalam putusan perdata nomor 86/pdt/G/2016/ PN Batam menyatakan: terdakwa Alfian Dachi harus membayar utangnya sebesar Rp 500 juta tahun 2012 kepada Hendrik Ropianto.

Nikson Juntak

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.