Sidang Tuntutan Kasus Penipuan, Terdakwa Alfian Dachi Ditunda

Marwahkepri.com, Batam – Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Rumondang Manurung SH, mengaku belum siap membuat tuntutan terdakwa kasus penipuan, dengan terdakwa Alfian Dachi.

“Tuntutan terdakwa Alfian Dachi belum siap, besok sidangnya akan kembali dengan agenda tuntutannya,” kata Rumondang, Senin ( 23/10) sore.

Tuntutan Jaksa nanti, apakah ada pertimbangan terkait perkara perdata soal utang yang belum dibayarkan pada korban yang sama, yaitu Ropianto.

Dalam putusan perdata nomor 86/pdt/G/2016/ PN Batam tersebut menyatakan: terdakwa Alfian Dachi harus membayar utangnya sebesar Rp500 juta tahun 2012 kepada Hendrik Ropianto.

Terdakwa Alfian Dachi, diduga termasuk orang yang lincin, berbagai upaya dilakukannya untuk keluar dan bebas dari Rutan Batam, Kepulauan Riau. Sebelumnya, PH terdakwa telah diupaya penangguhan penahanan tapi tidak berhasil. Kemudian meminta agar terdakwa dibantarkan ke rumah sakit dengan alasan sakit hipertensi dan jantung.

Pembantaran yang dilakukannya berhasil, pertama surat keterangan sakit yang dikeluarkan oleh klinik dokter Rutan Batam yaitu Dokter Gigi, Putri Andamdewi menjadi tolak ukur Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam. Selanjutnya, surat yang dibawa dari RSBK membuat terdakwa bisa tidur beberapa hari dikasur yang empuk.

Sementara pada putusan hakim nanti, apakah Ketua Majelis Hakim Hera Lamerosa SH, juga mempertimbangan dan menguatkan putusan sebelumnya yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Batam. Atau mengesampingkan….?.

Persidangan ini terus dipantau LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI) Kota Batam, Yustinus Buulolo menjelaskan: kasus ini terus diikuti dan mengetahui perjalanan persidangannya.

“Kami dari LSM LAKI mendukung penegakan hukum pada terdakwa, jika memang dia bersalah, proses hukum tetap berjalan sesuai dengan perbuatanya,” kata Yustinus.

Sebelumnya, Hendri Ropianto alias Steven meminta pertanggungjawaban pada terdakwa untuk melunasinya. Kemudian terdakwa janji akan membayar dengan memberikan cek kosong yang tidak ada isinya sebesar Rp.150 juta.

“Atas perbuatan terdakwa ini, total uang saya yang ditipu oleh terdakwa sebesar Rp739.383.000 juta,” tutur Hendri

Perbuatan terdakwa, JPU Rumondang Manurung mendakwakan dengan pasal 378 KUHP.
Nikson Juntak

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.