Seleksi JPI Kepri 2017, Tiga Pemuda Lingga Punya Tekad Lulus ke Nasional

Anggota Viona dan Radi perwakilan pemuda pada seleksi JPI Kepri 2017 (doc)
Anggota Viona dan Radi perwakilan pemuda pada seleksi JPI Kepri 2017 (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebanyak tiga pemuda Lingga mengikuti seleksi Jambore Pemuda Indonesia (JPI) tingkat provinsi hari ini, Kamis (19/10) di kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri. Ketiga pemuda ini, mereka yang berkomitmen dan bertekad mengikuti seleksi perhelatan pemuda secara nasional meski diketahui dari semua biaya harus menjadi tanggungan pribadi selama mengikuti seleksi.

Dikonfirmasi dari Kasi Olahraga Disparpora Lingga, Supendi membenarkan hal ini. Karena keterbatasan anggaran pihaknya tidak bisa mengakomodir dana peserta seleksi JPI. Sedang diketahui surat edaran yang disampaikan dari Dispora Provinsi Kepri juga tidak menyatakan kesiapan penanggung biaya baik tranportasi, akomodasi dan konsumsi peserta.

Pihak provinsi Kepri hanya menyediakan tempat dan waktu pelaksanaan selama satu hari di kantor Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kepri.

Dengan tidak menyia-nyiakan peluang berkiprahnya pemuda Lingga ke tingkat nasional, pihaknya mengajak organisasi alumni JPI yakni Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kabupaten Lingga untuk berkontribusi.

“Kita serahkan kepada organisasi alumni bagaimana baiknya. Kami berikan surat perintah tugas kepada pemuda yang berangkat nanti,” ujar dia, Rabu (18/10).

Dia berharap, meski adanya keterbatasan anggaran ini ketiga pemuda yang siap menguji kemampuan tersebut tidak kendor semangat bahkan lebih serius untuk bisa lulus ke tingkat nasional.

“Kita harap, mereka bisa lulus semua. Kita sangat apresiasi perjuangan mereka,” tutur dia.

Di tempat terpisah Ketua DPC PPMI Kabupaten Lingga, Boy Andika melalui sambungan seluler mengatakan butuh perjuangan keras untuk mencari pemuda yang rela berkorban seperti ini. Dirinya sangat mengapresiasi keinginan dan tekad pemuda-pemuda Lingga tersebut meski pendanaan secara utuh harus dirogoh dari kocek sendiri. Mereka yakni Anggita Viona, Radi dan Misyana Ika Fitra Suryana yang ikut seleksi pendamping.

“Ini luar biasa, kita berusaha mencari banyak peserta karena dari surat Dispora Provinsi tahun ini peserta tidak dibatasi. Dari sekian banyak yang menyatakan siap pada awal setelah kita jelaskan, hanya dua peserta dan satu alumni kita tahun 2015 yang betahan untuk mengikuti seleksi ini,” papar dia.

Dia berharap ketiga pemuda tadi dapat tampil maksimal, menunjukkan kemampuan diri saat diseleksi nanti. Secara bakat yang dimiliki dia sangat yakin mereka dapat lepas ke tingkat nasional, namun hal kemungkinan itu terpulang dari penitia penyeleksian JPI di Provinsi. Kata dia sejak tahun 2013, Kabupaten Lingga selalu ada perwakilan ke tingkat Nasional, mulai dari penyelenggaraan JPI di Kalimantan Timur, Jogyakarta di tahun 2014, Kepri tahun 2015 dan Kalimantan Tengah tahun 2016.

“Harapan terbesar kita dari alumni mereka dapat lulus. Karena memang ujung tombak kita berada di dua orang peserta tadi untuk menambahkan anggota di PPMI Lingga. Begitu untuk pendamping semoga tahun ini ada keterwakilan dari Kabupaten Lingga,” harap dia.

Kepala Disparpora Lingga juga disampaikan harapannya di tahun 2018, Kabupaten dapat melakukan penyeleksian dan pendanaan peserta. Karena peserta, mereka berusaha tampil terbaik memaksimalkan diri sebagai perwakilan Kabupaten. Apalagi bagi mereka yang telah lulus ditingkat provinsi secara tidak langsung memboyong nama Kabupaten Lingga ke tingkat nasional.

“Semoga di tahun depan, JPI dapat lebih familiar dan dikemas secara baik anggarannya oleh Disparpora Lingga, begitu juga Dispora Provinsi,” tutup dia.

Untuk diketahui, penyelenggaraan JPI tingkat nasional tahun 2017 ini dilaksanakan di Kabupaten Sawah Lunto, Sumatera Barat sebagai tuan rumah.  (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.