Pencairan 30 Persen Dana RTHL Diusulkan Dinsos P3A Lingga

Nurmadiah, Kadinsos P3A Kabupaten Lingga (doc)
Nurmadiah, Kadinsos P3A Kabupaten Lingga (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lingga akan melakukan usulan pencairan dana sebanyak 30 persen penerima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2015 lalu yang sempat mandek sampai hari ini.

Dikonfirmasi Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lingga, Nurmadiah menyampaikan pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap sejumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima RTLH program Kementrian sosial tahun 2015 lalu, terkait pencairan dana 30 persen tersebut. Sosialisasi dilakukan diseluruh kecamatan di Kabupaten Lingga.

Pihaknya mencatat data jumlah penerima RTLH Kabuoaten Lingga dari bantuan tahap pencairan 70 persen pada Tahun Anggaran 2015 dan tahap pencairan 30 persen Tahun Anggaran 2017 sebanyak  1.419 RTLH dari 6  Kecamatan, 53 Desa
dan 3 Kelurahan di Kabupaten Lingga.

“Pertama Kecamatan Lingga ada 128 penerima, Lingga Utara 332, Lingga Timur 86 buah, Senayang 575 unit, Singkep Barat 193, dan Kecamatan Selayar ada 105 buah,” terang dia, Senin (16/10).

Dia katakan, hari ini pihak akan melakukan usulan pencairan terhadap dana yang sempat molor tersebut. Namun dalam proses pencairan ini, hanya yang betul-betul melengkapi syarat untuk diusulkan. Salah satunya kelengkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahap 70 persen dan 30 persen serta foto rumah bantuan yang sudah siap.

“Setelah kita turun dan kita cek lapangan ada rumah yang tidak siap. Semua untuk SPJ itu sudah siap 70 persen. Tetapi rumah tidak 70 persen. Itu macam di kecamatan Selayar, SPJ 70 persen sudah siap dan lengkap, tetapi rumah tidak siap karena bahan-bahan yang sudah dibeli tadi dijual lagi. Itu tidak bisa, soalnya semua harus singkron,” jelas dia.

Syarat-syarat untuk pencairan tersebut harus terpenuhi. Namun kendala seperti yang terjadi di Kecamatan Selayar bisa ditutupi dengan cara persetujuan anggota kelompok untuk bergotong-royong membangun. Karena dimungkinkan dana 30 persen jika dicairkan, tetapi tidak dilakukan secara gotong royong maka rumah ban juga tidak akan siap.

“Mereka punya kelompok. Kalau persetujuan dari kelompok penerima seperti kendala tadi rumah tidak setiap 70 persen berusaha membantu dengan bergoyang-royong, kita usulkan cair dibuku tabungan kelompok. Tapi kalau di Selayar itu mereka tidak mau gotong royong,” terang dia.

Selain itu kepada pihak penerima RTLH juga diharuskan melengkapi SPJ 30 persen jika rumah mereka siapkan dengan dana sendiri.

“Begitu juga yang sudah siap, harus dilengkapi SPJ 30 persen itu. Supaya uang berkisar 5 juta lebih ini diganti dari kementerian,” papar dia.

Sebagaimana diketahui bantuan RTLH tahun 2015 di Kabupaten Lingga sempat terkendala. Dana yang cair tahap awal tersebut hanya 70 persen saja. Sehingga banyak rumah yang tidak mampu disiapkan. Sebagian warga penerima banyak mengeluh, ada juga yang berusaha menyiapkan dengan dana sendiri. Tahun ini, angin segar datang dimana 30 persen dana tersebut akan dicairkan tetapi dengan melengkapi syarat. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.