Sempat Histeris, Ibu Juanda Datangi Polsek Tanggapi Simpatik Warga Daik

Ibu Juanda yang tidak mampu menahan sedih melihat anaknya, Juanda saat berada di RS Encek Maryam, Daik. (Arpa)
Ibu Juanda yang tidak mampu menahan sedih melihat anaknya, Juanda saat berada di RS Encek Maryam, Daik. (Arpa)

Lingga (marwahkepri.com) – Mendapatkan kabar duka tentang kecelakaan yang menimpa anaknya, ibu Juanda sempat histeris tidak bisa menahan ketakutan dan tangis. Namun, selama seiring waktu berjalan, dia mulai tenang bahkan hadir ditengah aksi kerumunan warga Daik di Mapolsek mengklarifikasi insiden tersebut, Jum’at (13/10) malam.

Didampingi anggota DPRD Lingga, Ibu Juanda yang baru sampai di Daik sejak sore dari desa Tanjung Kelit datang menemui Kapolsek dan memaafkan pihak kepolisian karena berdasarkan interpretasi warga kecelakaan terjadi sebab arogansi oknum polantas. Dia juga sampaikan tidak akan menuntut apa-apa melainkan rasa terimakasih diucapkan kepada pihak kepolisian, pemerintah dan masyarakat Daik saat itu datang bersuara. Meski mengetahui secara hukum anaknya telah melanggar tertib lalulintas yang sudah diterapkan Satlantas Polres Lingga di Daik sejak beberapa hari belakangan.

Dihadapan puluhan warga dia menjelaskan, keadaannya sekarang telah ditinggal suaminya sejak 7 bulan lalu. Juanda, yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMKN 2 Lingga merupakan tulang punggung keluarga. Dia berterimakasih atas simpati warga Daik terhadap musibah  yang menimpa anaknya. Namun hal tersebut tidak akan usai jika terus berlarut melakukan unjuk rasa.

“Saya berterimakasih kepada warga. Sekarang kita pulang dan memaafkan atas kejadian ini, biarlah saya yang menanggung semuanya. Saya jelas-jelas yang merasakan musibah ini,” sampai dia malam itu, Jum’at (13/10).

Sedangkan warga yang sudah terbakar amarah tidak terima putusan keluarga secepat dan semudah itu. Warga menilai hal seperti ini kapan saja bisa menimpa ke anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka, jika di maafkan. Apalagi mengakibatkan cacat seumur hidup.

Mapolsek Daik masih sesak dengan warga. Warga masih enggan pulang sebelum 5 anggota yang bertugas tadi dihadirkan untuk peryataan maaf. Akhirnya dengan penuh pertimbangan, Polres Lingga diwakili Polsek Daik dan Wakil Bupati Lingga yang hadir saat itu menyetujui. Setelah dihadirkan dan mengklarifikasi barulah satu demi warga meninggalkan Mapolsek.

Atas insiden ini, dua siswa SMKN 2 Lingga, Juanda Puspa dan Ayuni Endah Pratiwi dilarikan ke Rumah Sakit Encik Mariyam, Daik. Dugaan sementara kecelakaan terjadi akibat aksi kejar-kejaran anggota terhadap korban hingga ketakutan tidak bisa mengontrol kendaraan akhirnya terperosok kedalam parit di pertigaan Tanda Hilir dekat Dealer Honda.

Saat ini hanya Juanda yang harus menempuh perawatan intensif karena mengalami patah ringan pada kaki kiri. Sementara Ayuni, diperbolehkan pulang sejak tadi malam sebab hanya mengambil lecet dibagian tubuh dan keseleo ditangan sebelah kanan.

Informasi yang didapatkan, oleh pihak kepolisian semua pertanggungjawaban akan dilakukan kepada dua korban tersebut.(MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.