Selain Razia, Polres Lingga Juga Bantu Masyarakat Daik Urus SIM

Kasat Lantas Polres Lingga, AKP Indra Jaya )doc)
Kasat Lantas Polres Lingga, AKP Indra Jaya (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Polres Lingga melalui Satuan Lalu Lintas (Satlatas) membuka peluang bagi masyarakat pengendara kendaraan bermotor khususnya di ibukota Daik Lingga membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Kemudahan berupa bantuan transportasi yang diberikan pihak Polres Lingga mengingat rentang jarak dan kendali yang harus ditempuh masyarakat  Daik ke Mapolres Lingga di Dabosingkep.

Kapolres Lingga melalui Kasat Lantas AKP Indra Jaya mangatakan giat melakukan razia kendaraan bermotor belakang ini di Daik Lingga guna penertiban pengendara yang tidak memakai dan memiliki kelengkapan berkendaraan. Namun disamping itu, Polres Lingga tidak lepas tangan terhadap beragam keluhan yang disampaikan masyarakat Daik terkait pelayanan kepengurusan kelengkapan kendaraan.

“Kita beri kemudahan kepada masyarakat Daik. Selasa kemarin kita sudah bantu beberapa orang untuk berangkat mengurus SIM. Dari transportasi laut kita pakai speedboat Polair, kemudian kita jemput dari Jagoh,” jelas Indra, Rabu (11/10).

Untuk itu bagi masyarakat masyarakat Daik yang ingin membuat SIM dapat menghubungi pihak Polsek Daik Lingga melalui unit lalu lintas untuk mengikuti pendataan. Setelah jumlah cukup maka akan dikoordinasikan untuk keberangkatan menuju Mapolres Lingga.

Namun saat ini dia akui, pada proses keberangkatan awal speedboat polair polres Lingga mengalami kerusakan sehingga untuk tahap berangkat pemohon SIM selanjutnya akan diatur jadwalnya.

“Kemarin ada 38 orang. Tapi saat ini kendala speedboat rusak. Jadi kita atur waktu untuk selanjutnya. Bertahaplah,” terang dia.

Dia juga menjelaskan giat penertiban jalan raya yang dilakukan pihaknya hingga hari ini adalah untuk meminimalisir pelanggaran lalu lintas. Disamping itu, melalui anggota yang bertugas juga melakukan sosialisasi ditempat terhadap kesalahan yang dilakukan pengendara. Minimal kata dia, memakai helm dan spion standar motor saat berkendaraan.

“Kita lakukan untuk pembiasaan masyarakat Daik supaya tertib lalu lintas. Kita juga beri pemahaman kepada masyarakat terkait berlalu lintas yang baik,” ujar dia.

Selain itu kata dia, upaya yang dilakukan juga memudahkan masyarakat Daik mendapat SIM. Dia berharap apa yang dilakukan dapat dipahami masyarakat Daik, sebab dia yakin apa yang dilakukan ini proses membiasakan masyarakat Daik. Dengan sendirinya masyarakat akan tertib.

“Ya ini untuk kesalahan kesalahan yang nampak. Kalau surat menyurat itu harus kita cek. Tapi kalau tidak pakai helm berkendara itu jelas salah. Tapi alhamdulilah masyarakat mau membuat SIM, pemohon. Itu iktikad baik sebagai pengendara,” tutup dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.