Camat Lingga Jadikan BRK Capem Daik, Rule Model Pelayanan Publik

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Bank Riau Kepri Capem Daik Lingga, dijadikan role model atau percontohan pelayanan publik oleh pihak Kecamatan Lingga dan Puskemas Daik. Hal ini dilakukan mengingat pelayanan publik Bank Riau Kepri terbaik nomor dua di Indonesia.

Hal tersebut dibenarkan, Kepala Bank Riau Kepri Capem Daik Lingga, Badraini SH saat ditemui diruang kerjanya. Dia katakan pada Rabu (04/10) lalu pihaknya diminta Kecamatan Lingga untuk menjadikan contoh terkait pelayanan publik. Dalam hal ini Bank Riau Kepri memberikan pelatihan (in house training) di kantor Camat Lingga terhadap beberapa instansi tersebut sekaligus menjadi narasumber.

“Jadi kami diminta untuk memberikan contoh pelayanan terbaik. Teorinya kami sampaikan di Kantor camat atas dua instansi tersebut. Untuk prakteknya itu di sini (red: Bank Riau Kepri Capem Daik Lingga),” terang dia, Jum’at (06/10).

Dia katakan dalam in house training dan praktek tersebut pihaknya memberikan seluruh pembelajaran terkait pelayanan publik. Pihaknya juga siap menjadi partner, terlebih jika ada pihak-pihak instansi pemerintah yang urgent dengan pelayanan untuk menjadi rule model terkait pelayanan.

Dia menjelaskan terkait rule model ini merupakan pengalaman pertama pihak Bank Riau Kepri sendiri. Tentunya dalam hal ini, karena dipercayakan menjadi panutan terkait pelayanan pihaknya akan memberikan kontribusi sebaik mungkin dengan pembelajaran maupun praktikum.

“Jadi ini baru pertama baik di Riau maupun di Kepri, kami jadi rule model di pemerintahan daerah. Mungkin ini bisa jadi contoh untuk Kabupaten lain. Dan kita siap juga jika ada instansi lain yang ingin jadi partner, terfokuslah mereka yang berurusan dengan pelayanan,.misal pihak Kecamatan, Puskesmas, Rumah Sakit, Perpustakaan ataupun lainnya,” jelas dia.

(doc)
(doc)

Menurutnya perihal pelayanan publik bukan hal yang mudah, sebab harus berurusan dengan kelompok maupun individu untuk melayani. Untuk itu pelayanan harus maksimal guna mengajak keseimbangan antara pelayan dan yang dilayani. Apalagi instansi pemerintahan yang orientasinya tidak berdasarkan profit melainkan pelayanan maksimal.

“Harus optimal ini, kalau kami jelas orientasinya keuntungan. Tetapi pemerintah daerah itu fokus pelayanan. Maka harus optimal memberikan komunikasi antara penguasa dengan rakyat,” terbang dia.

Dengan penerapan pelayanan yang baik, dia meyakini dampak terhadap masyarakat yang dilayani juga baik. Artinya dalam pelayanan publik tidak membedakan baik itu strata sosial maupun lainnya.

Dia berharap apa yang dilakukan pemerintah Kecamatan Lingga yang melibatkan pihak Kelurahan Daik dan  pihak Puskesmas Daik, dapat memberikan nilai positif kepada masyarakat Lingga.

“Walaupun kantor kita tidak bagus tapi pelayanan baik tentu akan mendapat kesan baik. Ya kami berharap apa yang mereka inginkan dapat terpenuhi,” harap  dia.

Sementara ditempat terpisah Camat Lingga, Yulius mengatakan alasan pihak Kecamatan memilih Bank Riau Kepri sebagai rule model karena melihat eksistensi pelayanan Bank daerah ini sangat progresif. Dengan harapan respon yang positif ditanggapi pihak Bank untuk menjadi rule model dapat memberikan nilai-nilai baru untuk pelayanan ditingkat Kecamatan Lingga. Terutama dalam meningkatkan mutu dan etika pelayanan publik.

“Memang Bank Riau Kepri ini standar pelayanan nomor dua se Indonesia. Harapan saya pola pelayanan dan tingkat mutu serta etika pelayanan dapat lebih meningkat ditingkat kecamatan,” harap dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.