Bank Riau-Kepri, Salurkan Rp 1M Dana CSR Pembuatan Tambak Udang di Lingga

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebagai pendukung program Pemkab Lingga yakni ketahanan pangan dibidang pertanian, perikanan dan peternakan, Bank Riau Kepri Capem Daik Lingga membantu dengan menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 1 miliyar untuk pembuatan tambak udang/ikan di desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara seluas 10 hektar.

Adapun alasan Pemkab Lingga mengambil kebijakan mengubah dana CSR tersebut ke pembangunan tambak udang/ikan dengan beberapa alasan yakni desa Sungai Besar telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sebagai kawasan agrominapolitan Kabupaten Lingga tanggal 07 September lalu. Selain itu guna penyeimbangan pembangunan dalam program ketahanan pangan yang tengah dijalankan Pemkab Lingga.

Kepala Capem Bank Riau Kepri Daik Lingga, Badraini SH mengatakan selama ini sebagai mitra pemerintahan Kabupaten Lingga, Bank Riau Kepri telah banyak mensuport bantuan. Sebagai track record nya tahun 2013 Bank Riau Kepri menyumbang 2 unit ambulance, tahun 2014 dana CSR di dari Bank Riau Kepri menyumbangkan pembangunan 2 pesantren, 1 TPA dan revitalisasi Masjid di Sungai Pinang. Sementara untuk tahun 2015 dana CSR dimintai untuk  program prioritas Pemkab Lingga yakni pembuatan tambak udang.

“Bank Riau Kepri milik masyarakat. Sebagai salah satu lembaga intermediasi kami punya tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat,” kata dia diruang kerjanya, Jum’at (06/10).

Selain itu dia sampaikan, program kemitraan itu diberikan sesuai dengan aturan dan juga sesuai dengan permintaan Pemerintah Daerah sebagai program prioritas dan besar dananya sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS).

“Jadi kami sebelum murunkan dana ini kami bertanya, apa program prioritas pemerintah daerah. Kami tak putus komunikasi,” jelas dia.

Dia katakan sejauh ini Bank Riau Kepri sebagai penyalur besar dana CSR kepada pemerintah daerah mendapatkan urutan nomor satu di Kabupaten Lingga. Selama ini pemerintah daerah sebagai pemegang saham akan mendapatkan bagian dari kemitraan.

Sementara mengenai peruntukan dana CSR ke pembukaan tambak udang/ikan dia menjelaskan baru pertama kalinya. Bukan hanya di Kabupaten Lingga melain di provinsi Riau maupun Kepri. Selama ini bantuan CSR diperuntukkan untuk pembangunan fisik seperti gedung dan revitalisasi.

Jika program pemerintah daerah berhasil dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini akan menjadi pandangan dan contoh baik provinsi Riau maupun Kepri.

“Jadi kami juga merasa bangga dapat membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan visi misi pimpinan daerah, itulah fungsi Bank Riau Kepri ini,” ujar dia.

Dia berharap apa yang tengah dikembangkan pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat Lingga dapat terwujud baik. Sebagai pilot project program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat nelayan terhadap kegiatan tangkap udang/ikan menjadi kegiatan budidaya udang/ikan di darat.

“Kita harap ini dapat menyentuh. Kehadiran Bank Riau Kepri dimata masyarakat ada kontribusi. Jadi kami dapat membantu,” tutup dia.

Informasi yang didapatkan, proses pembuatan tambak udang di desa Sungai Besar sudah berjalan berkisar 80 persen. Wakil Bupati Lingga, M Nizar juga telah melakukan peninjauan kelokasi beberapa waktu lalu. (MK/arp)