Kecamatan Lingga Gelar Rapat Persiapan Tamadun Melayu Antar Bangsa

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Bertempat di ruang pertemuan kantor Camat Lingga, pemerintah Kecamatan Lingga mengelar rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan Perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa dengan beberapa pihak terkait pelaksanaan tersebut. Rapat ini digelar pihak Kecamatan Lingga mengingat fokus kegiatan sebagai tuan rumah event akbar lintas negara ini bertempat di Daik Lingga.

Sebagai titik lokasi kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini tentunya camat Lingga, Yulius tidak mau meninggalkan kesan yang jelek pada peserta Tamadun Melayu nantinya. Dengan dasar itu, segala teknis yang mencakup kamtibmas, kebersihan, kerjasama, serta kekompakan seluruh lini baik OPD terkait, instansi keamanan, pemuda dan masyarakat dapat menyatu untuk persiapan event ini.

“Kita bahas bersama event ini, terutama kepada pihak Kamtibmas yakni TNI kepolisian, Satpol-PP dan Hansip karena masalah kamtibmas ini betul-betul masalah yang perlu kita jaga. Kemudian masalah anjing liar yang masih banyak perlu kita bahas. Kemudian masalah kebersihan, kita sama adakan gotong royong, baik dirumah masing-masing masyarakat maupun secara bersama,” papar Yulias, Kamis (05/10).

Tamadun Melayu ini akan dilakukan dalam suasana Hari Jadi Kabupaten Lingga ke-14 yang sekaligus rencananya akan buka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla di Daik.

“Ini perlu kita matangkan. Karena akan ada kunjungan orang diatas angka 1000. Ini karena keterbatasan sarana dan prasarana seperti penginapan atau hotel, tentu kita akan siapkan rumah-rumah penduduk sebagai tempat tinggal (homestay) peserta Tamadun Melayu,” terang dia.

Selain itu kebersihan yang menjadi tolak ukur bukan saja lingkungan kota Daik, dan rumah warga. Objek wisata yang ada di Kecamatan Lingga perlu menjadi perhatian, kerena pasti akan menjadi objek kunjungan peserta tamadun yang secara umum berasal dari luar negeri.

“Ada kabar gembira, akan ada bazar. Saya harapkan momen ini dapat dimanfaatkan warga masyarakat kita disini,” harap dia.

Kemudian, diharapkan kerjasama kepada tiap desa baik itu dalam persiapan homestay dan dalam persiapan keamanan yang wilayahnya sebagai pintu masuk ke Daik, seperti Sungai Tenam, Pelabuhan Tanjung Buton, serta pelabuhan Penarik.

Dia berharap permasalahan yang didapatkan tadi, dapat menjadi tolak ukur mensukseskan acara besar tersebut sesuai dengan peran dan tugas masing-masing.

“Jadi, ini bukan sekedar perhelatan tapi bangkai menyangkut nama baik daerah kita agar dapat meninggalkan kesan positif,” harap dia.

(doc)
(doc)

Ditempat yang sama, Nadar selaku tokoh kebudayaan Lingga mengatakan dasar atau ide terbentuk Perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa, betitik pada pengakuan Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu. Selain itu dalam waktu dekat Sultan Mahmud Riayat Syah III dalam waktu dekat akan di jadikan pahlawan nasional gerilyawan laut.

“Tamadun Melayu yakni kota yang penuh peradaban atau penuh dengan Komunitas dan ras-ras Melayu atau rumpun Melayu yang telah maju peradaban dan segala sektor,” jelas dia.

Dengan begitu diadakan Tamadun Melayu di Daik Lingga itu sebagaimana cita-cita Bupati Lingga, membuktikan pengakuan negara serumpun Melayu mengakui Sekretariat Tamadun Melayu berada di Bunda Tanah Melayu ini.

Pada pelaksanaannya nanti, berdasarkan rapat sebelumnya dengan pihak Kabupaten Lingga mencakup Dinas Kebudayaan dan Lembaga Adat Melayu (LAM) sepakat pelaksanaan dimulai tanggal 15 Nopember mendatang.

“Karena tanggal 15 hari terakhir di bulan Sapar. Biasanya sebagai tradisi melayu kita adakan mandi Sapar. Tapi disini kita kemas sebaik mungkin melibatkan tokoh-tokoh adat kita. Pertama akan mengadakan pawai Sapar,” jelas dia.

Terakhir dia menjelaskan kedatang Wapres RI, yang akan berkunjung melalui Bandara Dabosingkep menggunakan helikopter ke Daik Lingga. Rencananya, sampainya Wapres JK ke Daik akan diarahkan ke gedung daerah dan dilakukan pemberian gelar serta penandatangan batu bertulis Lingga Bunda Tanah Melayu.

“Habis itu sambutan, beliau langsung balek. Jadi pak Wapres tak boleh nginap,” tutup dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.