Wabup Lingga Gelar Musyawarah Bersama Masyarakat Benan

Wabup Lingga Gelar Musyawarah Bersama Masyarakat
Lingga (marwahkepri.com) – Usai melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Daik Lingga, Wakil Bupati Lingga, M Nizar mengunjungi desa Benan Kecamatan Senayang dalam rangka musyarawah bersama perwakilan masyarakat Benan. Acara yang digelar di balai pusat oleh-oleh desa Benan, turut dihadiri anggota DPRD Lingga, Ahmad Nashiruddin, Sekretaris DPUPR-PKP serta Kabid Pora Diparpora Lingga, Senin (02/10).

Gelar musyawarah singkat tersebut membahas beragam masalah yang menjadi keluhan masyarakat Benan, seperti masalah air, listrik, jaringan provider 3G, ketersediaan dan permasalahan guru, tranportasi dan terutama terkait pemekaran kecamatan Katang Bidare,

Dalam proses tanya jawab tersebut Wakil M Nizar menanggapi serius berbagai masalah masyarakat Benan. Dia kata apa yang menjadi kendala masyarakat di Benan, perlahan akan di perbaiki. Salah satu yang harus dimantapkan adalah rencana pemekaran wilayah di Senayang.

“Kita hadir disini memenuhi panggilan masyarakat. Apa yang menjadi masalah disini akan kita selesai bersama,” ucap Nizar.

Terkait pemekeran Kecamatan Senayang kata dia sudah masuk dan sudah menjadi pertimbangan DPRD. Pihak eksekutif telah menyerahkan ranperda tentang pemekaran untuk kemudian dijadikan perda. Termasuk Kecamatan Katang Bidare didalamnya.

“Nantinya akan ada 3 pansus untuk ini. Satu pansus untuk pemekaran Kecamatan Katang Bidare dan dua pansus untuk pemekaran dua lainnya,” terang dia dihadapan masyarakat Benan.

Sementara perihal lokasi pusat pemerintahan yang belum selesai antara desa Benan dan desa Mensanak, Nizar mengakui memang masih sangat sensitif. Dalam hal ini ke dua desa masih manilai layak menjadi pusat pemerintahan. Namun berdasarkan hasil musyawarah dari tinjauan DPRD Lingga, kaya dia Benan sudah di fokusnya menjadi pusat pemerintahan.

“Tetapi keputusan itu bukanlah mutlak. Seperti yang pernah terjadi saat pemekaran kecamatan Selayar. DPRD telah menetapkan namanya Lingga Barat. Tetapi karena keputusan musyawarah dan berdasarkan bukti-bukti sejarah, namanya di ganti Selayar,” ujar dia

Dia menegaskan, permasalahan tentang pusat pemerintahan ini perlu didudukan secara matang. Harapnya jangan sampai suatu hari nanti timbul konflik.

Kepada masyarakat Benan juga ditegaskan terkait lahan perkantoran juga harus jelas. Jika memang desa Benan ditetapkan sebagai pusat pemerintahan.

“Jangan sampai suatu hari nanti timbul cekcok. Kita tidak mau. Makanya perlu diantisipasi dan didudukan secara matang,” lanjut dia.

Dari pihak desa Benan dihadiri Kepala Desa Benan berserta jajarannya, perwakilan Pustu Benan, SMAN 2 Senayang, SMP 6 Senayang serta beberapa tokoh masyarakat Benan.

Usai musyawarah singkat penuh makna tersebut, Wakil Bupati berserta lainnya langsung meninjau lokasi Sarana Penyedian Air Minum (SPAM), meninjau proses rehab gedung SDN 06 Senayang serta membuka langsung turnamen sepakbola peringatan Hari Kerukunan Masyarakat Benan (HKMB) ke – V masyarakat Benan. (MK/arp)