Miris!!! Desa Wisata Benan Masih Belum Dilengkapi Provider 3G, Apa Kata Wisatawan?

Tower Telkomsel Desa Benan dengan provider 2G. (Arpa)
Tower Telkomsel Desa Benan dengan provider 2G. (Arpa)

LINGGA (marwahkepri.com) – Desa wisata Benan di Kecamatan Senayang saat ini belum merasakan merdeka dari ketertinggalan jaringan provider 3G. Padahal akses jaringan ini dinilai penting mengingat Benan sebagai desa wisata yang berpotensi di Kabupaten Lingga.

Kepala Desa Benan, Mar’aat mengakui hal ini. Dia mengatakan kelemahan yang sekarang dirasakan guna menunjang kemajuan pariwisata Benan adalah ketersediaan jaringan provider 3G untuk mengakses internet.

Selama ini Benan telah berdiri sarana penunjang signal dengan kekuatan akses 2G. Namun hal tersebut tidak bisa terus menerus dipertahankan, karena Benan merupakan desa wisata yang familiar. Saat ini bukan hanya warga, keluhan akses internet yang mandek alias tidak bisa turut dirasakan langsung oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang warganya sudah bergelimangan provider.

Jika suasana ini terus dipertahankan, Kades menilai pariwisata Desa Benan akan secara tidak langsung tertinggal.

“Benan itu gerbang Kabupaten Lingga, tidak jauh dari kota Batam dan Tanjungpinang. Sementara saat ini Benan butuh akses internet, karena bule-bule itu justru memerlukan. Kalau Benan seperti ini tidak ada peningkatan signal bagaimana meningkatkan pariwisata Benan ini,” ujar Mar’aat saat dijumpai awak media, Kamis (28/9).

Menurutnya sekarang sudah zaman teknologi, sehingga sudah sepatutnya Benan sebagai desa pariwisata mendapat pelayanan maksimal dari penyedia provider.

Terlebih ketika mendengar ada kabar bahagia di kecamatan Senayang dan Lingga Utara akan diisi dengan jaringan 3G.

“Khusus di Benan, karena Senayang bakal dibangun. Tapi kami minta di Benan begitu juga. Apalagi desa Benan desa wisata. Hal ini sebagai sektor penunjang pariwisata kita. Bagaimana kita mengembangkan daerah kita untuk website desa saja tidak bisa jalan,” ucapnya lagi.

Mengenai hal ini, Kades mengaku pernah menyampaikan masalah ini saat Musrenbang baik tingkat Kecamatan maupun Kabupaten. Dari pihak desa saja dia akui sangat terkendala dalam mengembang desa. Adanya website desa justru tidak bisa difungsikan.

“Bagaimana mau meningkatkan pariwisata. Sementara sekian persen pendapatan disini masuk PAD,” tambahnya.

Dia mengakui secara sarana dan prasarana yang diberikan saat ini sudah membaik mulai dari pariwisata, kesehatan, dan perhubungan hanya saja ketersediaan jaringan 3G inilah yang menjadi kebutuhan pokok.

“Tapi kendalanya masih satu ini. Punya hp bagus tak bisa difungsikan maksimal. Wisatawan juga butuh itu. Kalau dia orang datang habis tu balek dan bercerita Benan itu tidak ada sinyal bagus. Terus apa yang bisa kita buat. Masa Rejai saja yang bisa 3G,” ucap dia dengan nada tinggi. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.