Dana Pendistribusian Rastra Dicairkan, Tahap Ini Bisa Capai Triwulan Empat

Beras
Pendistribusian Bulog Rastra di Kabupaten Lingga. (Arpa)

LINGGA (marwahkepri.com) – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kabupaten Lingga, Nurmadiah mengakui adanya keterlambatan pendistribusian Bulog Rastra di sejumlah Kecamatan di Lingga. Namun hal ini perlahan dibenahi pihaknya walaupun belum sepenuhnya diselesaikan.

“Saya pertama minta maaflah dalam penyaluran ini. Tidak seharusnya penyaluran ini sebegitu lama terhambatnya,” paparnya di sela-sela kegiatan pendeklarasian Desa Benan sebagai desa layak anak, Kamis (28/9).

Akibat keterlambatan itu, dia katakan Kabupaten Lingga masuk dalam urutan ke-60 sebagai Kabupaten paling lama dalam penyaluran Rastra.

Dia juga menjelaskan keterlambatan itu juga diakibatkan faktor intern dinas karena staff yang diberikan kesempatan memanajemen administrasi tidak mampu bekerja dengan baik. Dengan adanya mutasi secara cepat yang dilakukan Bupati Lingga beberapa waktu lalu, dia mengaku sangat terbantu.

“Tapi alhamdulilah oleh Bupati Lingga cepat juga beliau menghandle, beberapa waktu lalu PPTK dimutasikan,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu juga penyaluran beras mulai berjalan. Sekian ton telah didistribusikan ke Daik Lingga. Namun dari 10 Kecamatan di Lingga, masih ada tiga Kecamatan yakni Kecamatan Lingga, Lingga Utara dan Senayang yang baru menyelesaikan triwulan pertama saja karena tidak ada dana swadaya yang mereka keluarkan. Sementara tujuh Kecamatan lainnya sudah menyelesaikan penyaluran hingga triwulan kedua.

“Tapi semuanya tidak ada masalah. Tiga kecamatan tadi sudah mengambil triwulan pertama. Yang tujuh Kecamatan lainnya juga kita sudah ganti dana meraka. Dan mungkin pada Senin kelak, dana itu sudah bisa diambil untuk pencarian triwulan ketiga mungkin langsung triwulan keempat sekali,” lanjutnya.

Nurmadiah juga menyampaikan bahwa terkait proses pengambilan, dari segi kualitas beras memang lebih bagus beras yang berada di Bulog Dabosingkep dibandingkan yang berada di Tanjungpinang. Namun dia menekankan telah menyampaikan persoalan ini ketika diundang pihak provinsi Kepri untuk mengubah kualitas beras tersebut.

“Kita ketahui kalau untuk Pancur dan Senayang itu cara pengambilannyakan di Tanjungpinang. Cumankan cara ini bisa diubah memfokuskan satu titik di Bulog Dabosingkep. Tetapi karena masih terdiri dari pulau, belum bisa dimaksimalkan kedua Kecamatan ini mengambil beras di Dabo,” pungkasnya.

Sejauh ini, pembenahan pencairan dana penyaluran belum menemukan hambatan. Beras tampak tersalur dengan baik kesejumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) di setiap desa di sejumlah Kecamatan di Lingga.

“Jadi kalau ditanya berhasil, saya tidak menjawab iya tapi alhamdulilah. Orang tidak akan menunjuk jempol karena terlambatnya memang cukup jauh. Orang dah ambil sekitar bulan 4 bulan 5, kita bulan Agustus sampai harga beras di Dabo itu naik,” tutupnya. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.