Benan Dijadikan Desa Layak Anak Kabupaten Lingga Tahun 2017

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lingga, Nurmadiah. (Arpa)
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lingga, Nurmadiah. (Arpa)

LINGGA (marwahkepri.com) – Pulau Wisata Benan akan dinobatkan sebagai desa Layak Anak di Kabupaten Lingga, pada Kamis (28/06) besok. Penetapan yang dilakukan oleh pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) ini adalah salah satu penunjang wisata bahari Benan sebagai pintu masuk Kabupaten Lingga.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Lingga, Nurmadiah mengatakan pulau Benan merupakan pintu masuk Kabupaten Lingga. Sebagai desa wisata tentu secara wilayah Benan berdekatan dengan kota Batam dan Tanjungpinang. Maka itu penerapan desa layak anak dinyatakan perlu di letak didesa Benan sebagai tameng masuknya budaya-budaya luar yang memicu perilaku menyimpang pada anak.

“Jadi memang sebagai desa wisata tentunya banyak wisatawan yang masuk tidak luput dari wisatawan mancanegara. Melihat kondisi wisata ini kita merasa perlu menjadikan Benan menjadi desa layak anak supaya masyarakat dan anaknya bisa menjadi tameng masuknya kebudayaan asing,” ujar Nurmadiah, Rabu (27/09).

Menurutnya Benan ini dijadikan desa layak anak juga disesuaikan dengan program yang telah disusun pada RPJMD 2016 untuk mencegah kenakalan-kenakalan remaja yang masuk secara langsung di Kabupaten Lingga melalui pintu masuk desa Benan.

“Karena Benan merupakan pintu gerbang dan desa wisata yang banyak dikunjungi,” lanjut dia.

Selain itu, untuk pencegahan kasus anak pihaknya perlu menyiapkan wadah supaya budaya negatif dari luar tidak langsung diserap oleh anak. Wadah itu berbentuk desa layak anak, kemudian Forum Anak baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan.

“Jadi aktifitas-aktifitas positif itu dilakukan pada wadah misalkan berbentuk taman, dan forum anak,” terang dia.

Secara umum dia mengakui tingkat kenakalan dan kasus anak meningkat ditahun 2017 ini. Peningkatan ini dia tegaskan bukan berarti pihak Dinsos P3A, P2TP2A maupun KPAD Lingga tidak mampu berkerja maksimal. Namun ini merupakan awal yang baik karena sebagian masyarakat berani melaporkan tindak kekerasan dan kasus anak.

“Mungkin masyarakat melihat kalau wadah pengaduan kasus terhadap anak itu ada, misalkan kasus yang menimpa pelajar di kecamatan Senayang beberapa waktu lalu,” terangnya.

Dia menjelaskan untuk desa layak anak baru kali dilakukan program tersebut dan sekaligus diselaraskan dengan Kecamatan layak anak. Tidak hanya Benan dan Kecamatan Senayang saja yang menjadi predikat itu, kedepan dia menyampaikan akan ada desa dan kecamatan layak anak lainnya.

Dalam bentuk upaya meminimalisir kasus anak, pihaknya juga melibatkan instansi terkait dan sejumlah kalangan masyarakat, seperti Satpol-PP, masyarakat dan keluarga untuk dapat mengontrol tingkah laku anak.

Sementara itu pendeklarasian desa layak anak tersebut disejalankan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Lingga di Benan

Nurmadiah menyampaikan sebenarnya HAN dilakukan pada bulan Juli lalu, namun karena beberapa kendala internal dinas, hal tersebut terhambat dan baru dapat dilaksanakan sekarang.

“Disini kita juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa Benan, khususnya anak-anak untuk selalu menjaga dan waspada terhadap pengaruh luar yang dengan mudah masuk kedalam lingkungan anak,” tutupnya. (MK/arp)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.