Begini Ungkapan Kasalantas Terkait Polemik Razia di Masyarakat

Razia yang tengah dijalankan Satuan Lalu Lintas Polres Lingga. (Arpa)
Razia yang tengah dijalankan Satuan Lalu Lintas Polres Lingga. (Arpa)

LINGGA (marwahkepri.com) – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Lingga, Indra Jaya mengatakan operasi Bulan Tertib Lalu Lintas yang tengah dijalankan pihaknya merupakan upaya membantu pemerintah Kabupaten Lingga meningkatkan PAD nya dari sektor pajak.

Pernyataan ini dikeluarkan karena dalam melakukan proses operasi masih banyak masyarakat Daik, Dabo dan sekitarnya yang melalaikan kewajiban membayar pajak, termasuk kendaraan plat merah (dinas).

“Kita nanti minta masyarakat yang kendaraannya plat luar itu mutasi kesini. Sementara di Dinas saja masih ada. Padahal ini upaya kita memberi pamasukan pada daerah,” ucap Indra Jaya, Selasa (26/9).

Sementara terkait polemik razia yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat pulau Lingga, pihak Polres melalui satuannya sudah memikirkan hal ini. Pihaknya mengakui kondisi geografis Kabupaten Lingga yang terpisah antara Daik Lingga dan Dabosingkep menyulitkan masyarakat. Apalagi selama terbentuk Kabupaten, kantor pusat pengurusan pajak maupun Mapolres sendiri terletak di Dabosingkep.

Tetapi dalam hal ini kata Indra Jaya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dispenda Kepri UPT Lingga menanggapi alasan yang mendasar oleh warga Daik terkait kepengurusan surat menyurat kendaraan, serta SIM.  Untuk itu, dia sampaikan ditahun 2018 akan dibangun samsat pembantu dan diusahakan mengadakan sistem SIM keliling.

“Mengingat letak geografis. Karena masyarakat terkendala bayar pajak. Kalau untuk SIM kita usahakan SIM keliling tapi belum terealisasi. Kita beri kemudahan lah kepada masyarakat kedepannya,” ujar Indra.

Rencananya kebijakan ini akan dilakukan sesuai juga dengan harapan masyarakat di pulau Lingga sendiri. Artinya dalam pengurusan kelengkapan kendaraan tidak ada lagi terkesan mahal di ongkos dan diharuskan masyarakat Daik pengguna kendaraan bermotor wajib bayar pajak.

“Sasaran razia bertujuan mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor,” lanjutnya.

Diketahui memang kondisi geografis pulau Lingga dan Singkep yang terpisah membuat rentang kendali, jarak dan biaya menjadi alasan masyarakat Daik Lingga malas mengurus kelengkapan kendaraan bermotor milik mereka ke Dabosingkep.

Apalagi terkait biaya yang dikeluarkan terlalu besar tidak sebanding dengan kewajiban yang harus mereka bayar dan patuhi terhadap negara. Untuk mengurus SIM, membayar pajak, serta memperpanjang STNK warga Daik harus menyeberang laut menuju Dabosingkep. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk mengurus kelengkapan ini.

Informasi dilapangan, Satlantas Polres Lingga sudah tiga hari menjalankan razia di Daik. Banyak kendaraan bermotor terjaring razia termasuk kendaraan berplat merah (dinas). Justru hal ini, menunjukkan bahwa masyarakat Daik Lingga belum mematuhi kewajiban berlalu lintas. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.