Mantap ! Lima Pemuda Lingga Ikut Kursus Bahasa di Kampung Inggris, Kediri

Kabidpora Lingga, Saparuddin saat menyerahkan lima Pemuda Lingga di Lembaga Seventen English Learning Kecamatan Pare, Kediri Jawa Timur
Kabidpora Lingga, Saparuddin saat menyerahkan lima Pemuda Lingga di Lembaga Seventen English Learning Kecamatan Pare, Kediri Jawa Timur (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lingga melalui Bidang Pemuda dan Olahraga mengirimkan lima pemuda Lingga untuk mengikuti program optimalisasi kepemudaan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Jawa Timur. Program ini merupakan contoh awal projects kepemudaan guna meningkatkan dedikasi pemuda Lingga pada daerah dalam berbagai bidang, terutama pendidikan, pemuda dan pariwisata.

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Pare di Kediri Jawa Timur dikenal sebagai salah satu Kampung Bahasa Inggris yang terletak di Desa Singgahan dan Desa Tulungrejo. Saat ini, disana telah bediri lebih dari 100 lembaga kursus bahasa. Sehingga lebih tepat tempat ini dikenal sebagai kampung kursus/kampung bahasa.

Dalam hal ini Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Saparuddin mengatakan kelima pemuda ini akan mengikuti program kursus selama 6 bulan kedepan. Giat ini merupakan salah satu bentuk kerjasama Pemkab Lingga melalui Bidang Kepemudaan demi menciptakan generasi muda Lingga yang paham berbahasa asing.

“Jadi, artinya selama 6 bulan kelima pemuda ini akan mengikuti kursus belajar bahasa Inggris yang tingkatan ilmunya sama dengan akademik strata 1 bahasa Inggris,” ucap Saparuddin diruang kerjanya, Senin (25/09).

Menurutnya program ini merupakan program awal. Kelima pemuda yang direktur ini berasal dari desa di Kabupaten Lingga. Mereka (pemuda) dibiayai secara utuh oleh pemkab selama proses kursus berlangsung. Namun, setelah selesai menjalani pendidikan kelima pemuda ini akan mengabdi selama setahun di kampung halamannya sebagaimana komitmen dan kesempatan awal. Setelah selesai, jika salah satu atau semua yang diberangkatkan ini mangkir dari komitmen maka wajib mengembalikan biaya yang telah dikeluarkan daerah.

“Kami pakai MoU, semua ditanggung pihak kami selama kursus. Tapi setelah selesai nanti, mereka kami minta mengabdi di daerah selama satu tahun tanpa gaji. Jadi itu komitmen, bagaimana mereka bisa menciptakan generasi muda Lingga dengan apa yang mereka dapatkan selama belajar bahasa ini,” ujar dia.

Selain itu pihaknya juga telah menjalan komitmen kerjasama dengan beberapa lembaga di Kampung Inggris, Kecamatan Pare.

Dengan harapan kelima pemuda ini kelak mampu menciptakan apa yang diharapkan pemkab Lingga, terutama di bidang Kepemudaan Lingga.

Dia katakan jika program percontohan ini berhasil, maka potensi yang dilihat terbuka di kabupaten Lingga ini tercapai. Maka dari itu kata dia, untuk melihat keberhasilan ini harus ada objek percontohan seperti siswa-siswi ataupun pemuda-pemuda yang kelak belajar bersama mereka.

“Karena memang kita harapkan mereka mampu berdikari. Nanti setelah mereka pulang mereka bisa membuka yayasan bahasa Inggris, mengajar dan menciptakan kursus serupa di Kabupaten Lingga,” harap dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.