Ngesti Berharap MTQ Bungtim Lahirkan Bakat Terpendam

IMG_20170925_064052
Pemukulan beduk oleh Wakil Bupati Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII tingkat Kecamatan Bunguran Timur resmi bergulir. Wakil Bupati Natuna membuka secara resmi, pada Minggu (24/09) di gedung Tugu Gasing, Kelurahan Bandarsyah.

MTQ Bunguran Timur diikuti 6 Kafilah, diantaranya Kelurahan Ranai, Kelurahan Ranai Darat, Kelurahan Bandarsyah, Desa Sungai Ulu, Desa Batu Gajah dan Desa Sepempang.

Giat bernuansa islami ini dimulai pukul 14.30 WIB, diawali dengan pawai ta’ruf oleh seluruh kafilah. Pawai melibatkan generasi penerus, mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga SLTA.

Dimulai dari pantai Kencana, seluruh kafilah jalan kaki beriringan menuju gedung tugu gasing. Tugu gasing merupakan pemusatan kegiatan MTQ Bunguran Timur kali ini.

Adapun cabang-cabang diperlombakan diantaranya, Tartil Al-Qur’an Putra dan Putri dengan jumlah 12 peserta, Tilawah Al-Qur’an golongan anak-anak putra dan putri dengan jumlah peserta 12 orang, Tilawah Al-Qur’an golongan remaja putra dan putri dengan jumlah peserta 10 orang, Tilawah Al-Qur’an golongan Dewasa putra dan putri dengan jumlah peserta 10 orang, Kompang dewasa dengan peserta 4 group.

Camat Bunguran Timur Asmara Juana Suhardi mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturrahmi, serta memantau sejauh mana taman pendidikan Al-Qur’an Kecamatan Bunguran Timur dalam seleksi untuk maju ketingkat lebih tinggi nantinya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini,  diharapkan akan terjaring bakat-bakat terpendam untuk bisa lebih maju dalam ajang MTQ. Selain itu jika tidak dilaksanakan pembinaan kedepan akan lebih sulit mendapatkan bakat-bakat tersebut.

“Kami punya keyakinan, jika tidak srgera kita bina maka akan susah mencari bibit-bibit untuk ketingkat yang lebih tinggi lagi nantinya”, sebut Asmara.

Sementara itu, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti berharap, peserta yang ikut dalam ajang MTQ ini merupakan putra atau putri dari asal kafilah. Jangan sampai ada peserta carteran.

“Tentunya dalam perkembangan model untuk peserta hari ini memang mendapatkam perhatian khusus bahwa cabang-cabang yang dilombakan nanti pesertanya itu memang betul-betul harus penduduk domisili tempatan”, Ujar Ngesti.

Ngesti berharap, melalui MTQ ini akan melahirkan bakat-bakat terpendam, dan dapat mengharumkan nama daerah ditingkat provinsi maupun nasional.

“MTQ tingkat Kabupaten nanti saya harap sudah mempunyai rencana matang dengan kegiatan hari ini. Harus ada pembinaan lebih serius lagi”, harapnya.(nang)

Print Friendly, PDF & Email