Bakri Hasyim, Saya Sesalkan Yayasan SADO Tidak Ada Koordinasi

KADISDIK : Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim, saat diwawancara awak media online yang bergabung di IWO Karimun, di Kantor Bupati Karimun, Rabu (20/9) di Kantor Bupati Pemkab Karimun. (Foto/MK/Hasian).
KADISDIK : Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim, saat diwawancara awak media online yang bergabung di IWO Karimun, di Kantor Bupati Karimun, Rabu (20/9) di Kantor Bupati Pemkab Karimun. (Foto/MK/Hasian).

KARIMUN (Marwahkepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim menyebutkan sedikit kesal dengan Yayasan Sahabat Anak Indonesia (SADO) Karimun, karena tidak berkordinasi terlebih dahulu ke Disdik dalam melaksanakan tes urine ke pelajar Sekolah Menangah Pertama (SMP) di Karimun.

Hal itu disampaikannya, Rabu (20/9) ketika diwawancari awak media yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karimun, usai menerima dan memediasi para Mahasiswa yang tergabung di PC PMII Kabupaten Karimun yang menggelar aksi damai terkait pengguna narkoba di kalangan pelajar Sekolah Menangah Pertama (SMP) di Karimun.

“Pak, kami mau tes urine ke SMP-SMP, tentu kita fasilitasi, Yayasan SADO partner Disdik, masalahnya, Yayasan SADO tidak menginformasikannya ke Disdik tentang tes urine ke pelajar tersebut” ujarnya.

Naiknya berita yang di expose oleh Yayasan SADO di beberapa media online, khususnya yang tergabung di IWO Karimun, dikatakannya membuat  Bupati Karimun, Aunur Rafiq bertanya kepada dirinya melalui seluler pribadinya.

Selain Bupati, akuinya, pada pagi hari, Rabu (20/9), Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim juga memanggil dirinya terkait pemberitaan itu.

“Saat ditanya Bupati dan Wabup, saya tidak bisa mengatakan benar atau tidaknya jumlah pelajar SMP yang terindikasi narkoba,  seperti yang disebut Yayasan SADO, hal itu dikarenakan, kita belum mempunyai data yang sah atau valid, saya juga kaget melihat data tersebut di media online” jelasnya.

Mengenai Yayasan SADO sudah berkordinasi dengan pihak sekolah (SMP) dalam melakukan tes urine, Bakri mengatakan tidak mengetahuinya.

“Institusinya kan Dinas Pendidikan, mereka (SADO-red) cuma Yayasan, seharusnya mereka kordinasi ke Disdik dulu,  saya bukan minta dihargai, tapi cukup menginformasikan atau kordinasinya, jika mau ke sekolah untuk melakukan tes urine ke pelajar” tambahnya.

Disebutkan, dirinya sudah melakukan pengechekan disekolah-sekolah, diantaranya SMPN 1  Meral, SMPN 1 Karimun, SMPN 2 Karimun dan SMPN Binaan, hasilnya, tidak ada Yayasan SADO melakukan tes urine terhadap pelajar di sekolah tersebut. Tidak tahu SMP lainnya yang didatangi Yayasan SADO.

Meskipun demikian, pihaknya tidak menyalahkan Yayasan SADO, soalnya, narkoba merupakan tanggungjawab bersama. Hanya saja, yang berhubungan dengan pendidikan, seharusnya menginformasikan terlebih dahulu ke pihaknya.

“Kenapa di media online Yayasan SADO memberitahukan jumlah pelajar SMP yang terindikasi narkoba, kenapa tidak ke Disdik, saya tidak menyebutkan Yayasan SADO melanggar, tetapi ada kekesalan saya, mengapa tidak berkordinasi dengan Disdik terlebih dahulu” harapnya.

Data yang disebarkan Yayasan SADO ke media sosial itu, masih menjadi tanda tanya bagi Disdik. Kalau memang benar data itu, kita pasti terima dan Disdik akan melakukan pembinaan terhadap sekolah dan pelajarnya. Sehingga Disdik memliki tanggungjawabnya terhadap itu.

Dalam hal itu, lanjutnya, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Yayasan SADO untuk meminta data yang disampaikan oleh Yayasan SADO kepada media, namun sampai sekarang belum diberikan ke kita.

“Jika tetap Yayasan SADO tidak juga memberikan data-datanya, Disdik Karimun akan mengambil langkah-langkah kedepannya, perlu diinggat,Yayasan SADO merupakan partner kerja Disdik” terangnya.

Dijelaskan, pada Sabtu tanggal 23 September 2017 mendatang, pihaknya akan mengumpulkan semua Kepala-kepala sekolah SMP dan juga mengundang pihak Yayasan SADO untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah heboh tersebut.

Diharapkan, dalam permasalahan ini, jangan terlalu menyudutkan, yang buruk nantinya adalah daerah Kabupaten Karimun. Diketahui, Aksi PMII ini berujuk dari pemberitaan dari hasil kunjungan IWO Karimun ke Yayasan SADO, Selasa (19/9).

Diberitakan sebelumnya, dalam kunjungan itu, IWO Karimun, diskusi dengan Yayasan SADO dan menyampaikan bahwa, berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan di bebrapa sekolah SMP di Karimun, ditemukan 50% dari 110 pelajar SMP positif terindikasi pengguna narkoba.

Dipaparkan, dari 50% yang terindikasi,  20% diantaranya, pengguna jenis sabu dan 30% jenis narkoba lainya. Sehingga total dari keseluruhannya, sebagiannya telah mengikuti program rehabilitasi (rawat jalan) di  Yayasan SADO. (mk/Hasian).

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.