Sidang Kedua Ditunda, PN Tanjung Balai Karimun Kembali Panggil BNI Life

SIDANG : Hakim Ketua majelis Hakim PN Karimun, Antoni Trivolta SH didampingi Hakim Anggota Yanuarni Abdul Gafar SH dan Agus Soetrisno SH, saat menggelar Persidangan perkara gugatan terhadap BNI, BNI Life dan Ketua OJK, Senin (18/9) siang di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun. (Foto/MK/Hasian).
SIDANG : Hakim Ketua majelis Hakim PN Karimun, Antoni Trivolta SH didampingi Hakim Anggota Yanuarni Abdul Gafar SH dan Agus Soetrisno SH, saat menggelar Persidangan perkara gugatan terhadap BNI, BNI Life dan Ketua OJK, Senin (18/9) siang di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun. (Foto/MK/Hasian).

KARIMUN (Marwahkepri.com) – Sidang kedua perkara perdata No 32/Pdt.G/PN.TBK dengan penggugat Hamdani, nasabah BNI Cabang Tanjung Balai Karimun terhadap Direktur Utama PT BNI Life Insurance selaku tergugat II dan PT BNI sebagai tergugat I dan Ketua Dewan Komisioner OJK sebagai turut tergugat, kembali ditunda, Senin (18/9) siang di Ruang Sidang Kartika PN Tanjung Balai Karimun.

Penundaan sidang kedua dengan agenda menghadirkan para tergugat di Ruang Sidang Kartika PN Tanjung Balai Karimun tersebut, disampaikan Hakim Ketua majelis Hakim PN Karimun, Antoni Trivolta SH didampingi Hakim Anggota Yanuarni Abdul Gafar SH dan Agus Soetrisno SH, dikarenakan hanya dihadiri Penasehat Hukum PT BNI TBK selaku tergugat I.

“Karena terjadi perubahan alamat PT BNI Life Insurance selaku tergugat II, Maka, kami akan melakukan pemanggilan kembali dan ini merupakan panggilan pertama, sedangkan panggilan untuk Ketua Dewan Komisioner OJK, merupakan panggilan ketiga” jelasnya.

Dijelaskan, ditundanya persidangan itu dikarenakan hanya dihadiri oleh kuasa Hukum PT BNI tergugat I saja, dan itupun belum mengantongi surat kuasa dari pihak BNI. Sedangkan tergugat II maupun turut tergugat tidak menghadiri persidangan meskipun sudah mengirimkan surat pemanggilan sidang.

“Untuk kuasa hukum BNI yang sudah hadir hari ini, tidak perlu lagi kami panggil, ini sudah panggilan resmi dan sidang akan kita lanjutkan pada 2 Oktober 2017 mendatang” tutupnya, sembari meminta Panitera pengganti, Tiurma Melvaria Sitompul SH agar mengirimkan surat panggilan pertama untuk BNI Life dan panggilan ketiga untuk Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sementara itu, Kuasa Hukum penggugat Hamdani, Muhammad Dafis, SH mengaku kesulitan untuk mengetahui alamat jelas PT BNI Life Insurance, sehingga alamat dalam pendaftaran gugatan kliennya salah dan setelah ditelusuri, BNI Life juga tidak mempunyai kantor Cabang di Tanjung Balai Karimun.

“Berdasarkan pencarian informasi di internet, ternyata terjadi perubahan alamat BNI Life, Klien kami sebagai nasabah tidak pernah diberitahu” jelasnya.

Dikatakan, pemanggilan kembali dengan perubahan alamat itu, pihaknya telah melakukan renfoi terhadap alamat dari tergugat II dan menurutnya, hal itu merupakan itikad baik penggugat agar persidangan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Perubahan alamat tersebut, kita ketahui ketika kita cari di google, kita menemukan adanya perubahan alamat, yang diberitahukan oleh BNI Life kepada Assosiasi Ansuransi Jiwa Indonesia, pada tanggal 6 Juni 2017 dan surat BNI Life tersebut dibalas oleh Assosiasi Ansuransi Jiwa Indonesia untuk para anggota Assosiasi Ansuransi Jiwa Indonesia, bukan kepada nasabah Ansuransi Life tertanggal 8 Juni 2017, jadi, berdasarkan keterangan dari Panitera bahwa relas yang kemarin dikirim tidak sampai” paparnya.

Dijelaskan, digugatnya Dirut PT BNI TBK, Dirut BNI Life Insurance dan Ketua Dewan Komisioner OJK, terkait indikasi  pembocoran data kliennya oleh BNI kepada pihak ketiga yaitu, PT BNI Life Insurance. Dimana, pihak BNI Life melalui telemarketing BNI Life menghubungi kliennya, untuk menawarkan ansuransi.

Kemudian, tanpa ada tindak lanjut, dalam artian meminta persetujuan tertulis, ataupun kuasa mendebet dari klien kami, secara sepihak BNI Life mendebet rekening klien kami. Dalam hal ini, lanjutnya, kuat dugaan kami, BNI Life difasilitasi oleh pihak BNI dan kami tidak mengetahui bagaimana perjanjian antara BNI dan BNI Life.

Namun, sejauh yang kami amati, BNI dan BNI Life ini merupakan perusahaan yang berbeda, dan BNI Life bukan merupakan perbankan. Meskipun kapasitas BNI di BNI Life adalah pemegang saham mayoritas, namun, tetap saja antara BNI dan BNI Life merupakan entitas yang berbeda. Sehingga, tidak bisa serta merta BNI Life menerobos ketentuan rahasia Bank.

Akibatnya, kerugian yang dialami klien kami, terhitung dari bulan Agustus 2010-Juli 2017, sejak dilakukan pendebetan sepihak oleh BNI Life diakumulasikan hampir mencapai 9 juta rupiah dan kerugian materialnya, kurang lebih kami estimasikan sekitar 4 milliar rupiah.

“Poin-poin gugatan kita ini, tetap terfokus pada pendebitan uang klien kami, yang dilakukan tanpa ada izin dari klien kami, dimana, pendebetan tersebut, dapat diduga mengandung unsur perbuatan melawan hukum dan juga patut diduga memiliki muatan pidana didalamnya, sehingga, kami akan menempuh proses pidana untuk perkara ini” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kuasa Hukum BNI, Yudi Parlyosa ketika diwawancarai para awak media usai menghadiri persidangan,enggan memberikan komentar sembari meninggalkan ruang persidangan maupun awak media.

“Maaf, tidak ada komentar, kita ikuti saja persidangan” ucapnya. (mk/Hasian).

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.