Jam Kerja, Pegawai Masih Nongkrong di Warung Kopi

(doc)
(doc)

Lingga – (marwahkepri.com) – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Inspektorat Kabupaten Lingga diminta tegas melakukan penegakan disiplin pegawai negeri sipil (PNS). Hal tersebut diutarakan salah satu warga ibukota Kabupaten Lingga, Malisi karena melihat masih saja ada PNS yang nongkrong di warung kopi pada jam kerja.

“Perlu ditegakkan kalau iya, karena memang beberapa waktu lalu saya baca berita Dinas Kepegawaian meminta monitoring dari Media Massa dan masyarakat tentang disiplin pegawai pada jam kerja,” ujar dia, Selasa (19/09).

Dia menilai setelah stagmen Kepala BKPP Lingga, Ary Satia Dharma mengatakan perlunya kerjasama media massa dan masyarakat dalam penindakan PNS indisipliner beberapa waktu lalu di beberapa media, maka perlu action dari pihak dinas terkait terutama pihak Satpol PP sebagai penegak Perda.

Dari pantauannya tadi pagi di warung milik Ayong, tepat di belakang Bank Riau Kepri Daik Lingga. Sejumlah PNS dan PTT masih saja terlihat santai nongkrong ngopi, padahal jam baru menunjukkan pukul 10.07 WIB.

“Saya tidak tau juga pegawai di dinas mana, tapi kalau dilihat dari atribut pangkatnya, sudah tinggi juga jabatannya di dinas,” kata dia.

Dia mengaku risih dengan tingkah laku PNS yang dinilai tidak disiplin tersebut. Padahal, jelas-jelas waktu masih belum menunjukkan jam istirahat. Hal ini tentu bertolak belakang dengan upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Lingga untuk menertibkan pegawai-pegawainya dalam bekerja. Terlebih telah melanggar kewajiban PNS sebagaimana tertuang dalam PP RI Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Saat ini dia menilai pengawasan dari instansi terkait dalam menindaki permasalahan disiplin pegawai masih lemah dan belum maksimal.

“Mungkin sanksi yang diberikan masih begitu rendah. Makanya mereka tidak merasa jera,” papar dia.

Namun hal tersebut menjadi sanggahannya sendiri, karena berkaca kebelakang. Dipertengahan tahun 2016 silam, pemkab Lingga dengan Bupati Alias Wello pernah memberhentikan PNS yang indisipliner. Saat itu ada 12 ASN yang diberhentikan karena melalaikan tugas.

Dia berharap hal serupa bisa dilakukan lagi, meski kabinet Awe-Nizar perlahan mulai dijalankan. Tetapi dalam hal disiplin bekerja tidak ada pandang bulu.

“Kita berharap instansi terkait lebih tegas. Pemerintah juga harus serius mendisiplinkan pegawainya. Karena kesan masyarakat pasti berbeda-beda,” harap dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.