Indra Perkasa Akan Diuji “Keperkasaannya” di Laut Natuna

IMG_20170919_235311
MV. Indra Perkasa 159

Natuna (Marwahkepri.com) – Kapal dinas milik pemerintah kabupaten Natuna, akhirnya sandar perdana di pelabuhan Penagi beberapa hari lalu. Pengerjaannya telah rampung oleh PT.Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam.

Pemkab Natuna melalui Dinas Perhubungan melakukan pengadaan kapal baru sebagai transportasi kedinasan Bupati. Pengadaan ini penting, mengingat kapal dinas lama, sudah tidak layak dan termakan usia.

Untuk mengadakan ferry baru itu, bumi laut sakti rantau bertuah harus menggelontorkan anggaran puluhan milyar melalui APBD tahun 2017. Kapal yang kini menjadi pusat perhatian masyarakat diberi nama “Indra Perkasa 159”.

Lantas bagaimana sebenarnya kondisi kapal baru itu, apakah bisa perkasa di Laut Natuna, sesuai dengan namanya Indra Perkasa ?.

Menanggapi isu miring berkembang terkait pengadaan kapal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Natuna Iskandar Dj mengadakan konfrensi pers di ruang kerjanya, Senin (18/09/2017).

Iskandar menyampaikan, kapal Indra Perkasa memang sudah rampung dan diboyong ke Natuna, akan tetapi keberadaannya masih sebatas uji coba kelayakan. Ajang ujicoba ini untuk melihat apa saja kekurangan terdapat pada kapal seharga Rp 27 milyar tersebut.

“Perjalanan ke Natuna bagian dari tahapan uji coba kapal ini, tapi alhamdulillah sangat bagus. Jika masih ditemukan kekurangan maka akan kita kembalikan ke galangan”.

Setelah dilakukan uji coba beberapa bulan ini, kapal Indra Perkasa akan kembali ke Batam untuk memperbaiki segala kekurangannya. Setelah itu baru kembali ke Natuna lengkap dengan Anak Buah Kapal (ABK).

Laut Natuna terkenal dengan keganasannya, terutama pada setiap musim utara. Bahkan kapal besar pengangkut barang tidak jarang enggan melintasi laut yang kini disebut sebagai laut utara Natuna.

Apakah ferry baru ini cukup tangguh  mengarungi musim utara ?. jawabannya tentusaja ya, kata Iskandar. Karena kapal terbaru ditempah menggunakan bahan aluminium.

Keutamaan kapal baru adalah untuk kedinasan Bupati, Wakil Bupati dan segenap pemerintah kabupaten. Akan tetapi ferry ini juga bisa digunakan tamu-tamu daerah jika ingin melakukan kunjungan kerja ke kecamatan.

Terpenting menurut eks Kabag Umum Sekretariat Daerah ini, Kapal bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dengan catatan bersifat insidentil.

“ferry bisa dipakai masyarakat untuk kepentingan yang bersifat insidentil. Dan bisa diajukan kepada sekelompok orang tetapi melalui izin pimpinan, tetapi sifatnya  insidentil”.

Iskandar mengurai sedikit asal muasal pengadaan kapal “idaman baru” tersebut. Faktor pertama karena geografis Natuna 90 persen lautan, sehingga dibutuhkan sarana transportasi memadai untuk mendukung tugas keseharian.

“Kemudian ada aturan dari Kemenhub untuk kapal fiber yang dilayani satu jam hanya untuk selat dan sungai, makanya ini satu pertimbangan kita untuk pengadaan baru”.

Alasan lainnya, usia ferry sebelumnya sudah uzur (18 tahun), sementara diaturan hanya boleh 10 tahun, daya tahannya turun.”makanya kita anggarkan di tahun 2017″, ujar Iskandar.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.