Bupati Buka Lomba Da’i Cilik dan Hapalan Surah Pendek Tingkat SD

IMG_20170919_103107
Sambutan Bupati Natuna Hamid Rizal

Natuna (Marwahkepri.com) – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kabupaten Natuna menggelar kegiatan lomba Da’i Cilik dan Hapalan Surah pendek tingkat Sekolah Dasar se kabupaten Natuna.

Kegiatan ini dilaksanakan dalan rangka menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah. Adapun tema diusung yakni ” Mari kita sambut bulan hijriyah dengan berhijrah dari kegelapan menuju cahaya Islami, dari kekufuran menuju keimanan, membawa generasi penerus bangsa menjadi manusia-manusia yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur”.

Lomba dai cilik dan hapalan surah pendek ini akan diselenggarakan mulai tanggal 19-21 September 2017. Dilaksanakan di gedung Sri Serindit, Ranai.

Ketua panitia kegiatan, Solihin SPdi mengatakan, lomba ini diikuti 28 peserta SD se kabupaten Natuna, terdiri 28 lomba dai cilik dan 28 lomba hapalan surah pendek.

Kegiatan ini ditujukan untuk membantu mewujudkan kompetensi siswa pada setiap sekolah di beranda NKRI ini. Sesuai dengan standar kompetensi, karena pada setiap diri anak terdapat bakat perlu dikembangkan.

“Kami selaku panitia, mencoba menggali dan melestarikan nilai bangsa dan agama. Dalam rangka ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa”, ujar Solihin.

Sementara itu sasarannya adalah peserta didik tingkat SD kelas 1-5, dengan harapan menumbuhkan rasa cinta kepada alquran dan kepercayaan diri peserta.

Sementara itu Bupati Natuna Hamid Rizal saat membuka lomba mengatakan, guru agama harus bekerja keras mendidik anak-anak agar menjadi manusia berakhlakul karimah.

Hal ini menjadi penting, karena saat ini dihadapkan dengan dilema sosial, yang dapat mempengaruhi mental dan kerusakan moral, diakibatkan lajunya pembangunan terutama dibidang Informasi dan Tekhnologi (IT).

“Kita lihat anak-anak kita saat ini sudah megang HP, jadi sangat ngeri dan berbahya, dan tidak bisa dihindari karena teknologi menggunakan satelit”, papar Hamid.

Sebenarnya kata Hamid, anak SD tidak boleh membawa HP ke sekolah, ketika sudah pulang baru diizinkan dengan pengawasan orangtua. Jika tidak bisa memanfaatkan HP untuk kepentingan positif, keberadaanya justru bisa merusak.

Diakuinya, tanggungjawab guru agama memang sangat berat, terutama mendidik anak-anak agar memiliki moral dan akhlak yang baik.

“Kita siap membantu kegiatan-kegiatan agam yang mulia ini, Kita berharap kepada Kepsek agar mendukung dan membantu, dalam rangka membentengi anak kita menuju kepada akhlak mulia”.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.