Indra Perkasa Tiba, Bagaimana Nasib Kapal Lama?

IMG-20170918-WA0001
Bupati Hamid Rizal turun dari ferry Indra Perkasa

Natuna (Marwahkepri.com) – Pemerintah kabupaten Natuna melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017, melakukan pengadaan satu unit ferry baru sebagai penunjang kedinasan Kepala Daerah.

Untuk pengadaan ferry baru yang dinamai “Indra Perkasa 159” tersebut, tidak tanggung-tangung, Pemda Natuna menghabiskan anggaran sebesar Rp 27 milyar. Dikerjakan PT.Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam.

Kapal cepat berbahan aluminium ini telah tiba di Natuna, sandar perdana di pelabuhan Roro Penagi, kemarin (17/09). Sebelumnya berangkat dari pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang, kemudian singgah di kecamatan Midai.

Kedatangan Bupati beserta rombongan di Pelabuhan Roro Penagi, sekitar pukul 17:00 Wib itu, disambut langsung oleh Wakil Bupati Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti beserta para pimpinan OPD, Ketua DPRD Yusripandi beserta Wakil dan Anggota, para pimpinan FKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan warga disekitar Kota Ranai.

Penyambutan kapal diisi dengan kegiatan tepung tawar dan do’a bersama dipelantar pelabuhan, sebagai ungakapan rasa syukur atas rampungnya pembuatan kapal.

Usai melakukan ritual syukuran, Bupati beserta para pejabat tinggi Pemkab Natuna, mengecek secara langsung kondisi kapal. Hamid Rizal tampaknya sangat puas, dengan kondisi kapal berlogo MV. Indra Perkasa 159 tersebut. Karena kapal ini memiliki kapasitas penumpang yang lebih banyak dan tergolong cukup mewah.

Ferry dengan panjang 31 meter dan lebar 6 meter tersebut, katanya cukup tangguh dengan dua buah mesin speed.Disamping itu, juga dilengkapi fasilitas ruang karaoke di ruang penumpang.

Sayangnya, transportasi laut untuk menunjang perjalanan dinas Bupati dan kegiatan Pemkab Natuna lainnya, daya tampungnya cukup kecil, hanya ada sekitar 38 seat penumpang.

Sebenarnya Pemkab Natuna masih memiliki kapal kedinasan, berukuran lebih kecil dan berbahan fiber. Lantas setelah Indra Perkasa 159 muncul, akan dikemanakan kapal tersebut ?.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Natuna Iskandar Dj mengatakan, kapal baru memang sengaja dipesan untuk perjalanan dinas dalam daerah sang Bupati. Natuna membutuhkan kapal yang kokoh, mengingat rentang kendali pusat pemerintahan dengan kecamatan-kecamatan terluar cukup jauh.

“Selain kegiatan Pemda Natuna, Kapal ini juga bisa dipergunakan untuk masyarakat Natuna, jika benar-benar dibutuhkan,” ujar Iskandar.

Lanjutnya, kapal Pemda yang lama kondisinya sudah tidak laik pakai dan mengkhawatirkan. Untuk pemerintah perlu pengadaan kapal baru menggantikan kapal lama.

“Kapal yang lama kan terbuat dari fiber, jadi kekuatannya hanya 10 tahun lebih. Kalo yang baru ini 100 persen terbuat dari alumunium, sehingga bisa tahan hingga 25 tahun. Yang lama itu sudah bisa dikatakan habis limited,” jelas Iskandar.

Terkait kapal Pemda sebelumnya, Iskandar masih belum mengetahui secara pasti mau difungsikan sebagai apa. Akan tetapi jelasnya masih menjadi asset Natuna.(nang)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.