Remaja Tunanetra Ini Kuasai Tiga Jenre Musik

IMG20170914101144
Dandi Satriatama saat peringatan HAN

Natuna (Marwahkepri.com) – Peringatan Hari Anak Nasional di kabupaten Natuna telah pun berlalu, giat puncak bagi tunas bangsa itu digelar Kamis lalu (14/09), di gedung Sri Serindit, Ranai.

Peringatan HAN dihadiri Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan sejumlah pejabat lainnya. Putra-putri daerah perbatasan ini menampilkan berbagai atraksi nan menghibur.

Namun, satu orang anak menjadi pusat perhatian ketika perform ditengah hadirin. Bocah laki-laki berusia 16 tahun itu piawai memainkan gitar, seolah jari jemarinya punya mata.

Dia adalah Dandi Satriawan, anak dari pasangan Mat Sam dan Wan Zalimah. Tinggal di Tegul Laksmana, Air Kolek, Kelurahan Ranai.

Jari tangan anak ke empat dari lima bersaudara ini menari-nari, kala memainkan gitar dan membawakan lagu genre dangdut berjudul “secangkir kopi”. Dipenghujung petikan gitar, Wakil Bupati menghampirinya memberikan ucapan selamat.

Akan tetapi siapa sangka, dibalik kepandaiannya main gitar, ternyata sang gitaris otodidak ini merupakan penyandang tuna netra. Ia tidak bisa beraktifitas layaknya anak-anak normal lainnya.

Dandi datang ke gedung Sri Serindit bersama seseorang, suatu kebanggaan bagi dirinya bisa hadir dan berkumpul bersama di Hari Anak Nasional.

Penghilahatan yang buruk memang sudah dibawa sejak lahir, namun tidak jadi penghalang untuk mendalami hoby bergitarnya. Bahkan, Dandi terus berlatih setiap hari.

“Saya memang sudah begini sejak lahir, main gitar ini belajar sendiri dan setiap hari latihan. Gitar selalu saya bawa kalau pergi kemana pun”, ujar Dandi.

Remaja yang menguasai tiga genre musik pop, religi dan dangdut ini, mengaku sangat ingin duduk dibangku sekolah. Namun keinginannya terhalang karena faktor penglihatannya tidak memungkinkan.

Sejauh ini, Kabupaten Natuna memang belum mempunyai sekolah bagi anak-anak penyandang cacat. Kehadiran Sekolah Luar Biasa (SLB) diharapkan mampu mengatasi persoalan seperti ini.

“Saya pengen melihat normal kayak anak-anak lain, tapi mau bagaimana sekolah juga tak bisa karena penglihatan kurang”.

Dandi akan terus berjuang mendalami musik, pasalnya selain harapannya bisa sekolah, ia juga bercita-cita jadi penyanyi terkenal.

“Saya punya cita-cita jadi penyanyi terkenal, makanya saya latihan terus setiap hari. Kalau diantar ke tempat saudara pun, gitarnya tetap dibawa”, kata Dandi.(nang)

Print Friendly, PDF & Email