2.631 Pil PCC Diamakan Petugas Terkait Penyalahgunaan Obat Yang Menyerang Kota Kendari

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

KENDARI (Marwahkepri.com) – Pihak kepolisian telah menangkap lima pelaku dan menyita 2.631 pil PCC dan Tramadol terkait kasus obat terlarang yang membuat puluhan orang di Kendari, Sulawesi Tenggara, kejang-kejang hingga melukai diri sendiri.

“Tersangka ditangkap di tempat terpisah dan waktu yang berbeda,” jelas Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto seperti dilansir detik.com, Kamis (14/9).

Lima tersangka tersebut berinisial R, FA, ST, WY, dan A. WY merupakan apoteker dan A seorang asisten apoteker.

“Dua tersangka berprofesi sebagai apoteker dan asisten apoteker ditangkap di TKP Apotek Qiqa Jalan Sawo-sawo Kota Kendari dengan barang bukti obat jenis Tramadol sebanyak 1.112 butir,” ujarnya.

Sementara barang bukti dari tiga tersangka lainnya yaitu 720 butir dan 923 butir yang dibuang di belakang rumah, 988 butir di dalam lemari baju plastik, uang sebesar Rp 735.000, plastik klip sebanyak 2.800 pcs dan 8 buah toples putih bekas tempat obat warna putih

“Total keseluruhan obat pil tersebut 2.631 butir,” ujarnya.

Kepala BNN Kota Kendari, Murniati mengatakan Kota Kendari telah masuk dalam kategori darurat narkoba. Hal ini setelah adanya kasus 50 remaja yang mengkonsumsi obat terlarang tersebut.

Kepala Rumah Sakit Jiwa Kendari, Abdul Razak mengatakan remaja keracunan obat itu dibawa bergantian ke rumah sakit. Mereka dibawa dalam kondisi tidak sadar dan hendak melukai diri sendiri.

“Secara mental ada gangguan mental akibat mengkonsumsi obat, namun kita kasih obat penenang,” ujarnya.

Beberapa gejala yang dialami oleh korban ialah seperti wajah memerah, mencak-mencak dan berhalusinasi. Atas kejadian ini, seorang siswa SD dengan inisial R telah meningga dunia. (mk***)

Print Friendly, PDF & Email