Wabup Tegaskan Jangan Terjadi Penelantaran Anak di Natuna

IMG_20170914_233832
Photo bersama dengan Wakil Bupati Natuna

Natuna (Marwahkepri.com) – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di kabupaten Natuna dilaksanakan pada Kamis (14/09) di gedung Sri Serindit, jalan Yos Sudarso, Ranai.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB, diawali dengan atraksi marching band SMAN 2 Ranai, disusul parade anak sekolah mulai tingkat Taman Kanak-kanak hingga SLTA memasuki gedung Sri Serindit.

Melalui momentum peringatan hari anak ini, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menegaskan agar tidak terjadi penelantaran anak di kabupaten Natuna. Mulai saat ini sampai kapan pun.

“Perlu saya tegaskan pada momentum ini, saya tidak ingin terjadi penelantaran anak dalam wilayah kerja kabupaten Natuna, baik saat ini dan sampai kapan pun”, ujar Ngesti dalam sambutannya.

Ngesti mengatakan, segenap komponen prmbangunan baik OPD, instansi vertikal, badan usaha, lembaga pendidikan, khususnya keluarga, harus saling mendukung untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang ramah anak.

Disamping itu mendukung dalam realisasi berbagai hak anak, melalui kebijakan dan program kerja, maupun kegiatan bersifat menyentuh langsung terhadap kebutuhan dan jaminan anak.

Tema diusung dalam peringatan ini “perlindungan anak dimulai dari keluarga”. Hal ini membawa pesan bahwa keluarga hendaknya dapat benar benar berperan sebagai pelindung. Dengan pola asuh yang sesuai perkembangan, menanamkan bekal karakter dan mental, sekaligus menjadikan prioritas bagi tumbuh kembang anak menjadi sumber daya manusia berbudi luhur, cerdas dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.

Kepada anak, orang nomor dua di kabupaten perbatasan ini berharap, agar selalu bersungguh-sungguh, menggantungkan cita cita setinggi langit. Pergunakan waktu dengan bijak, dan mengurangi aktifitas medsos yang kurang bermanfaat.

“Saya berharap ananda sekalian, selalu bersungguh sungguh, mengantungkan cita cita setinggi langit. Pergunakanlah waktu dengan bijak, kurangi aktifitas bermain gadget, termasuk medsos yang dirasa kurang bermanfaat”.(nang)

Print Friendly, PDF & Email