BKKP Lingga Beri Komentar Terkait SPT Pegawai Dinas

Ary Satia Dharma, Kaban Kepegawaian
Ary Satia Dharma, Kaban Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Lingga

Lingga (marwahkepri.com) – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Lingga, Ary Satia Dharma menjelaskan prosedur terkait pengeluaran Surat Perjalan Tugas (SPT) kepada para pegawai disetiap OPD di Kabupaten. Menurutnya pegawai dalam melakukan pekerjaan jika mengantongi SPT, maka pegawai tersebut dinilai dalam keadaan menjalankan tugas.

Penjelasan itu berkaitan dengan minimnya pegawai Disparpora Lingga pada jam kerja beberapa waktu lalu. Dengan alasan melaksanakan tugas kerja Dalam Daerah (DD) dimana hampir 50 persen pegawai dan stafnya melakukan perjalanan dinas secara bersamaan. Otomatis pelayanan dinas menjadi terganggu.

“Itu tergantung kepala dinas masing-masing OPD yang ada. Kita yang diluar ini tidak mau berkomentar, tapi kalau itu tugasnya jelas tidak masalah. Yang tidak boleh itu, memberikan cuti kepada hampir separuh pegawai di suatu OPD secara bersamaan,” kata Ary, Rabu (13/09) lalu.

Dia katakan selagi pegawai tersebut mendapatkan SPT, hal itu tidak dikategorikan sebagai tindak tidak disiplin. Kecuali pegawai keluar tanpa surat tugas, itu wajib dikenai sanksi kedisiplinan. Sementara wajar atau tidaknya meninggalkan kantor/dinas melebihi separuh kapasitas pegawai dinas, dia menekankan tergantung bagaimana tugasnya. Apapun yang dilakukan Kadis bersangkutan memberikan SPT, pasti ada tujuannya. Karena kalau tidak, buang-buang energi dan anggaran.

“Mereka yang keluar ke lapangan itu lah,  yang dikeluarkan SPT nya. Sehingga, jika pegawai tersebut terjadi sesuatu di tengah jalan, atau tewas dalam menjalankan tugas tersebut, pegawai itu akan mendapatkan penghargaan tersendiri,” ujar dia.

Namun secara teknis ada sejumlah kantor/dinas yang memang pegawainya tidak harus monoton bekerja di dalam ruangan kantor. Karena Dinas Teknis secara keseluruhan kebutuhan dikantor jelas tidak ada melainkan harus keluar lapangan,seperti Perikanan dan Dinas Pertanian.

“Itu seperti di Dinas Perikanan, dia ngapain ramai-ramai di kantor pegawainya, Dinas Perikanan ini harus keluar lapangan. Harus lihat bagaimana kondisi nelayan. Dinas Pertanian juga begitu, pertanian itu pegawai tugasnya gak perlu ramai-ramai di kantor. Kalau ramai-ramai di kantor perlu dipertanyakan mengapa mereka di kantor. Mereka harus keluar ke lapangan,” kata dia lebih jauh.

Ary juga menegaskan jika memang ada penyalahgunaan SPT tersebut, Inspektorat Kabupaten Lingga dapat menindak hal itu.

“Itu memang tupoksi inspektorat,” tutup dia.

Sementara terkait masalah SPT ini Kepala Disparpora Lingga Idrus mengatakan keluarnya pegawai-pegawai di dinasnya pada hari Senin (11/09) lalu memang benar atas urusan dinas kerja. Namun atas kebijakannya juga sebagian PTT dan THL saat itu diizinkan untuk menghadiri undangan nikah salah satu staffnya di Dabosingkep.

“Iya memang ada urusan DD, itu ada 6 orang pegawai ke Dabosingkep dengan urusan ke Kantor Pajak dan Dispenda. Sisanya itu ada berurusan dinas ke Kecamatan Senayang, kegiatan pariwisata di Benan. Kalau PTT dan THL itu ada 8 orang memang saya izinkan satu hari pergi undangan,” jelas dia.

Dia mengakui terkait DD yang diberikan sebanyak dua hari kepada enam pegawainya ke Dabosingkep untuk menutupi biaya transportasi delapan orang THL dan PTT yang berkeperluan pergi undangan nikah.

“Jadi menang sebetulnya DD itu satu hari. Cuman saya perhitungankan delapan orang yang saya izinkan itu untuk biaya PPnya sudah Rp 200.000. Jadi saya kasih DD itu dua hari minta bantu sama enam pegawai tadi untuk jaya kawan-kawan delapan orang ini,” akui dia.

Terkait indikasi penyalahgunaan anggaran dinas tersebut karena keperluan undangan nikah staffnya, dia menjelaskan telah di panggil Wakil Bupati Lingga M Nizar untuk mengklarifikasi masalah internal dinas yang diberitakan itu.

“Jadi memang saya sudah dipanggil sama pak Wakil itu dengan pak Sekretaris sekali untuk menjelaskan hal ini,” lanjut dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.