Polres Natuna Berhasil Ringkus PNS Narkotika

IMG_20170912_1
Dua tersangka diamankan polisi

Natuna (Marwahkepri.com) – Jajaran Satresnarkoba Polres Natuna berhasil meringkus dua orang pelaku tindak pidana narkotika, pada Senin (11/09) sekitar pukul 20.00 WIB, di Kelurahan Bandarsyah, Ranai.

Kedua pelaku adalah MYH (36) merupakan Pegawai Negeri Sipil di Sekretariat DPRD Natuna. Dan satu orang lagi RA (24) yang merupakan pegawai swasta, keduanya saat ini telah diamankan di Mapolres Natuna.

Adapun kronologis penangkapan PNS dan rekannya tersebut, berawal dari laporan masyarakat, bahwa di depan sebuah rumah di Kelurahan Bandarsyah, Bunguran Timur, ada seseorang yang menguasai, menyimpan, memakai dan mengedarkan narkotika jenis sabu.

Berdasarkan informasi tersebut, anggota Satresnarkoba bergerak menuju TKP dan melakukan penyelidikan. Kemudian polisi menemukan orang sesuai dengan ciri-ciri diinformasikan masyarakat.

Polisi langsung melakukan penggeledahan terhadap pelaku dan rumah yang ditinggali. Penggeledahan disaksikan Ketua RT setempat Marjoni. Dari hasil penggeledahan ditemukan satu bungkus pelastik bening terletak diatas dinding kamar.

Kemudian diperintahkan kepada tersangka untuk mengambil dan membukanya.Ternyata pelastik bening tersebut berisikan narkotika jenis sabu.

Dari hasil interogasi, kedua tersangka mengakui bahwa barang haram itu milik mereka. Keduanya langsung digiring ke kantor polisi guna penyidikan lebih lanjut.

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, 1 buah dompet warna putih berisikan satu buah kaca bening merek cambo, satilu buah pipet sebagai penyedok, satu buah sumbu kompor, satu buah pipet besar warna putih.

Kemudian satu paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus pelastik bening, dua buah hand phone, uang tunai sebanyak Rp 570 ribu, Satu buah botol merk P yang sudah dirakit sebagi alat hisap narkotika, dan satu buah botol aqua yang sudah dirakit sebagi alat hisap narkotika.(nang)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.