DJBC Kepri Cegah Penyelundupan Senilai 55.8 Milliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi serta perangkat FKPD Kepri, saat melakukan pemusnahan barang bukti secara simbolis, jumat (8/90 di Kanwil DJBC Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi serta perangkat FKPD Kepri, saat melakukan pemusnahan barang bukti secara simbolis, jumat (8/90 di Kanwil DJBC Khusus Kepri Tanjung Balai Karimun. (mk/Hasian)

Karimun (Marwahkepri.com) – Bukti nyata pelaksanaan penguatan reformasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau dalam Penertiban Impor Beresiko Tinggi (PIBT) berhasil mencegah penyelundupan berbagai komoditi senilai 55.8 milliar di perairan Selat Malaka.

Hal itu disampaikan Menteri keuangan Sri Mulyani kepada awak media saat menggelar press rilis dalam kunjungan kerjanya, Jumat (8/9) di kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Tanjung Balai Karimun.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan operasi patroli laut yang telah dilaksanakan secara berkesinambungan dan sinergis dengan kementrian dan lembaga lainya yang telah membuahkan hasil” ujarnya.

Dikatakan, dari data penindakan DJBC secara nasional menunjukkan peningkatan, yakni, pada tahun 2016 sebanyak 14.890 kasus dan pada tahun 2017 hingga bulan Agustus, 15.074 kasus. Dari jumlah tersebut, hasil penindakan dari patroli laut 2016-2017 mencapai 659 kasus penindakan.

Adapun barang tegahan yang berhasil ditindak adalah, ballpress sebanyak 9.958 dan 70 karung senilai Rp 20 Milliar, handphone sebanyak 28.057 unit dan drone sebanyak 45 unit dengan total senilai Rp 34 Milliar, rotan jenis sega sebanyak 107.876 kg senilai Rp 200 juta rupiah, dan barang campuran (guci, produk tekstil, elektronik, minuman keras dan sparepart) senilai Rp 1.6 milliar.

“Komoditi yang berhasil diamankan terdiri dari bahan makan pokok, barang elektronik, pakaian bekas (ballpress), barang campuran yang terdiri dari barang elektronik, kendaraan bermotor, kosmetik, ammonium nitrat, ekspor timah, hasil laut, serta narkotika dan psikotropika” papar Sri.

Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang didampingi Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi serta perangkat FKPD Kepri, juga melakukan pemusnahan barang bukti hasil penindakan secara simbolis berupa ballpress sebanyak 8.607 ball dan 70 karung dengan cara menimbun. (mk/Hasian).

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.