Akhirnya Film “Hantu Sei Ladi” Tayang 12 Oktober, Ini Surat Kecil PT HSL Untuk Warga Batam

index

LAUNCHING SCREENING TAYANG PERDANA 12 OKTOBER 2017

BATAM (Marwahkepri.com) – Setelah sekian lama menanti kapan Film “Hantu Sei Ladi” karya para sineas Batam tayang, akhirnya pihak Hang Sinema Langit yang mengambil kendali film ini memberikan kabar segar buat warga Batam.

Berikut pernyataan yang diberikan oleh pihak film “Hantu Sei Ladi”.

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera untuk semua.
Sebuah penantian panjang …..                                                                Sebuah proses kreatif yang membutuhkan kesabaran untuk sebuah hasil yang kami harap dapat membangggakan bukan hanya untuk kami selaku produser dan team produksi film “Hantu Sei Ladi”,  namun juga untuk pegiat seni Kepri dan bahkan masyarakat Kepri pada umumnya.

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT , kami team produser dan produksi film Hantu Sei Ladi mengabarkan bahwa Film perdana kami HANTU SEI LADI yang bernaung di bawah PT Hang Sinema Langit akan tayang serentak di beberapa kota besar Indonesia pada 12 Oktober 2017.

Kabar dari PT. NUSANTARA SEJAHTERA RAYA selaku management distribusi film kelompok bioskop 21 tentang jadwal tayang yang kami terima tgl 5 september lalu bagaikan siraman air segar di tengah panas terik, karena berita ini telah kami nantikan sejak pertengahan Juli lalu ketika sertifikat lulus sensor dari lembaga sensor film kami terima.

Sebagai pendatang baru di industri film memang banyak hal baru yang kami hadapi , termasuk beberapa proses adminisratif dan perizinan di tingkat pusat yang tak kami prediksi sebelumnya, bahkan film harus menunggu jadwal tayang hingga berbulan pun baru kami ketahui.

Biasanya para pembuat film existing mengantisipasi hal ini dengan mendaftarkan filmnya semasa produksi atau bahkan pra produksi . Ini semua menjadi pengalaman berharga yang memang harus didapat melalui sebuah proses.

Bercerita sedikit, jika film ini awalnya dibuat hanya untuk konsumsi lokal Kepri , namun berkat dukungan banyak pihak dan potensi yang dilihat dari mitra kerja khususnya distributor film hingga akhirnya film yang mengangkat legenda perkotaan Batam ini akhirnya akan ditayangkan di beberapa kota besar di Indonesia.

Meskipun film ini hanya menggambarkan sebagian kota Batam melalui setting lokasi shooting, namun kami harap ini akan menjadi tatapan baru atau mungkin pengingat bagi mereka terhadap kota Batam dan Kepri umumnya.

BUKAN HAL MUDAH
Selaku insan kreatif kami rasakan produksi film ini bukanlah hal yang mudah. Film sebagai kerja kolektif menghimpun banyak orang dengan beragam skill dan karakter. Proses pra produksi di awal Januari dengan kegiatan mulai dari penulisan naskah, menghimpun crew produksi hingga pengelolaan talent artis menjadi tantangan tersendiri. Kembali sebagai pemain baru kami masih harus mengelola dan pemetakan segala hal termasuk kendala kendala yang muncul di dalamnya .

Memasuki masa produksi, pengambilan gambar di bulan Maret, dengan semangat kerja yang seharusnya berlangsung 4 minggu dapat kami selesaikan 3 minggu. Percepatan ini juga sebenarnya dilatar belakangi oleh efisiensi pembiayaan produksi . Proses shooting di jembatan Sei Ladi yang menjadi sentra cerita dalam film ini seharusnya dilakukan selama 3 hari akhirnya kami selesaikan hanya dalam 3 hari. Begitu pula dengan beberapa adegan yang berlokasi di dalam hutan harus kami kerjakan lebih cepat, untungnya kami di dukung team produksi yang berdedikasi sehingga siang dan malam mungkin hanya menjadi sebuah nama tanpa batasan kami menjadi terbiasa bekerja pada pukul 12 malam hingga pagi menjadi hal biasa saat itu termasuk ketika harus langsung shooting kembali di siang harinya.

Mengejar jadwal tayang yang awalnya kami rencanakan di Agustus – bulan kemerdekaan, proses post produksi editing juga dilakukan ngebut dan akhirnya proses penyuntingan film pun berakhir di bulan Juli yang kemudian langsung dikirimkan ke lembaga sensor film.

Bukan hal mudah namun dengan semangat dan soliditas team dan dukungan dari banyak pihak akhirnya film kami yang juga memvisualkan beberapa tempat menarik di kota Batam, seperti jembatan Sei Ladi yang sebenarnya juga sangat cantik khususnya dari sudut aerial seperti yang ada dalam film ini dan tempat belanja kota Batam ini akhirnya dapat dinikmati pada 12 okotober ini.

Berikut kami sampaikan beberpa informasi lainnya terkait dengan film “Hantu Sei Ladi”.
100.000 ke 1.000.000
Berangkat dari semangat pemberdayaan seluruh potensi putra daerah dalam mengembangkan industri kreatif khususnya film ( lokal ), kini film Hantu Sei Ladi telah diambil kendali oleh PT HSL ( PT. HANG SINEMA LANGIT ).

PT HSL merupakan rekan kongsi antara beberapa orang yang memiliki perhatian besar terhadap upaya pengembangan dunia kreatifitas seni dan menumbuhkan industri kreatif di kota Batam khususnya mereka adalah Bp. Tato Wahyu, Ibu Indah Apple, Bpk Gunawan, Ibu Nenny , dan Bpk Sulistyon.

Hari ini, jumat 16 Juni 2017, kami keluarga besar Hantu Sei Ladi, para talent artis, team produksi, dan team produser menggelar acara buka bersama untuk mensyukuri perjalanan yang telah di lalui dan mengharapkan keridhoan serta kelancaraan film ini nantinya.

Acara ini digelar persis di depan ruko tempat kantor PT HSL di kompleks Ruko Wijaya No.4 Sei Harapan, Sekupang.

Film Hantu Sei Ladi telah merampungkan proses raw editing dan kini memasuki masa finishing berupa penghalusan scoring dan grading.

Meskipun film Hantu Sei Ladi merupakan produksi perdana PT HSL, namun didalamnya berisi sejumlah pegiat seni kreatif Kota Batam baik yang telah meghasilkan atau menorehkan kreasi dan karyanya maupun mereka yang baru memiliki antusias, minat dan bakat serta siap terjun ke dunia seni kreatif.

Diantara nama tersebut adalah ;
IBONK HERMAWAN – Sutradara film LASKAR ANAK PULAU Film TEKAD SANG BRIGADIR film DUA WARNA
Film BIDUK

Dalam produksi ini kami melibatkan sejumlah artis asal Kepri yang telah memiliki pengalaman dan pernah terlibat dalam sejumlah produksi film ( bahkan film nasional ) .

Ada Gabriella Rasubala yang turut bermain di film JOKOWI, dan beberapa film lainnya. Gerhana Wanvi Nugraha yang bermain di sejumlah serial tv nasional. Kehadirian mereka tentu menyemangati rekan rekan lawan main mereka di film Hantu Sei Ladi ini.

Artis – artis lokal Batam juga sangat cemerlang. Kualitas akting sangat baik sehingga produksi menjadi sangat lancar sesuai schedule. Sejumlah artis yang dapat disebut sebagi artis lokal senior memberikan dedikasi penuh dalam film ini.

Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada sejumlah artis yang baru pertama kami berhadapan dengan kamera namun memberikan perhatian dan semangat penuh sehingga hasilnya melampaui ekspetasi. Sebut saja tokoh – tokoh keluarga utama dalam film ini yang terdiri dari Trian Wira, Keysha Tita Sandyiola, dan Zahira Aisyah semuanya tampil kompak dan natural.
Untuk mengingatkan kembali, film Hantu Sei Ladi bertema horor, mengangkat urban legend Kota Batam HANTU SEI LADI . Dalam penggarapannya kami membuka kesempatan luas kepada seniman khususnya pekerja seni film Batam untuk terlibat di dalamnya sebagai catatan kami mengcasting hampir 2000 orang warga Batam dan sekitarnya termasuk dari Pulau Karimun, Tanjung Pinang dan bahkan dari Jawa.

Kami juga merasa beruntung dengan hadirnya sejumlah seniman sejawat dari negeri seberang Singapura dan Malaysia yang merespon positif ajakan kami untuk turut membidangi pekerjaan perdana kami ini . Sebut saja Rosalina Musa, penyanyi asal Singapura dan juri salah satu program pencarian bakat di tv nasional Indonesia yang memegang salah satu peran utama dalam film kami. Roslan Syah entertainer Malaysia yang biasa terlibat sebagai komidian, mc, dan juga pelakon.

Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga proses pengambilan gambar yang dilakukan pada bulan Maret berjalan lancar, pengambilan gambar di beberapa lokasi di Batam, diantaranya beberapa kawasan hutan seputaran Batam, tempat wisata Tangga Seribu, salah satu mall di Nagoya, dan beberapa tempat lainnya .

Hal yang juga spesial ingin kami sampaikan permohonan maaf kami karena telah menutup akses penggunaan jembatan Sei Ladi selama hampir 12 jam untuk proses pengambilan gambar di jembatan tersebut .

Awalnya film ini akan ditayangkan pada awal Mei 2017 di Blitz secara Nasional, namun kami jadwalkan ulang pada awal Agustus 2017 terkait dengan hal – hal teknis dan hari besar nasional serta jadwal edar film-film besar khususnya produksi hollywood.

Jika ada istilah film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri kami harap film hasil keringat anak Batam ini mampu menjadi milik warga Batam dan menjadi bagian penting proses perkembangan industri kreatif diterima dan diapresiasi oleh warga Bandar Mandani ini, sehingga tak muluk rasanya jika kami menargetkan jumlah penonton 100.000 untuk Kota Batam saja. Sedangkan untuk edar nasional kami berharap film ini dapat ditonton SATU JUTA pasang mata. Amin ya robbal alamin.

Untuk meraih ini semua kami sangat mengharapkan bantuan semua pihak khususnya rekan – rekan pers. Rencana publikasi melalui semua lini media ( cetak, elektronik, media online, media luar ruang dll ) akan kami lakukan pada awal juli 2017. Saat ini kegiatan publikasi dan share informasi masih kami lakukan melalui jaringan media sosial .

SINOPSIS film Hantu Sei Ladi Durasi : 90 menit Kategori : Semua Umur
Kejadiaan naas menimpa sebuah keluarga di Jembatan Sei Ladi. Kerusakan mobil di tengah jembatan menyebabkan keluarga tersebut kehilangan gadis kecilnya sehari jelang ulang tahunnya.
Rasa duka mendalam keluarga serta perasaan bersalah yang sangat besar menjadi alasan kehadiran kembali gadis kecil tersebut seolah mengantarkan sebuah pesan misteri yang perlu dijawab kepada keluarganya. Apa yang sebenarnya terjadi dan pesan apa yang ingin disampaikan sang gadis cilik ? Inilah yang akan dipaparkan dalam film HANTU SEI LADI. Selain misteri, film ini juga akan menyuguhkan pergolakan bathin orang tua, dan ikatan batin sang gadis cilik dengan adiknya .

Ide ini cerita ini terinsiprasi dari kisah nyata. Dalam film ini juga akan memvisualkan sejumlah kejadian ganjil yang pernah dialami sejumlah pengguna jalan saat melewati jembatan tersebut.

MOHON DUKUNGAN
Meski Batam cukup dikenal di bidang perfilman dengan keberadaan sebuah studio film ( Kinema ) besar, namun kami berharap langkah kecil kami ini akan menjadi bagian dari gerakan bottom up yang lebih mengakomodir seniman lokal akar umbi dalam memajukan dunia industri kreatif di kota kita tercinta ini. Kami berharap film Hantu Sei Ladi ini dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat Batam.

Wassalamualaikum wr. Wb
Terima Kasih
Team produser dan Produksi HSL

Itulah sedikit surat dari PT HSL untuk warga Batam, sudah sepatutnya sebagai warga Batam turut ikut mendukung karya anak Batam itu sendiri, karena karya yang dihasilkannya juga merupakan bagian dari promosi Kota Batam.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.