Ini Masalahnya Mahasiswa STISIP BTM Belum Wisuda

(doc)
(doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Diakui, telah menghabiskan 9 semester teori pembelajaran, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bunda Tanah Melayu (BTM) Daik Lingga belum satupun wisuda. Pasalnya dari 95 anggakat I di perguruan tinggi itu baru 30 mahasiswa yang telah seminar proposal, sedang yang lainnya belum menyelesaikan skripsi dan sidang skripsi sebagai tahapan wisuda.

Sebelumnya terkait ini, dilansir Batamnews memberitakan mahasiswa STISIP BTM Daik Lingga mulai ragu dan bimbang melanjutkan kuliah, karena jadwal wisuda yang telah ditetapkan pada akhir tahun sepertinya akan hilang. Kesan dan pesannya tendesius mengarah kepada pihak Kampus yang seakan melalaikan. Pemberitaan itu membuat berang pihak Kampus.

“Seharusnya mahasiswa dan masyarakat Lingga bangga karena telah memiliki perguruan tinggi di daerah sendiri. Siapa anak kampus yang ngomong harus jelas. Tanya sama anak itu apa sudah siap untuk nyusun skripsinya? Jangan asal ngomong,” ujarnya Isnin salah satu Dosen di STISIP BTM Daik Lingga, Jum’at (08/09).

Hal tersebut dipertegas lagi dosen lainnya, Herman mengatakan sebenarnya bukan tidak ada jadwal atau kejelasan tentang kapan wisuda mahasiswa semester 9 tersebut. Tetapi, itu terjadi karena ketidakmampuan mahasiswa dalam memanfaatkan dan mengejar target yang diberikan kampus. Keterlambatan wisuda, karena mahasiswa belum melewati dua tahap penting yakni mengikuti seminar dan sidang skripsi, barulah bisa mendaftarkan diri untuk wisuda.

“Ditambah lagi mungkin persoalan keuangan. Jadwal yang telah di buat oleh kampus sebenarnya akhir tahun 2017 ini mahasiswa sudah dapat wisuda, namun seperti masalah tadi sehingga kami masih mencari solusi terbaiknya,” ujar dia.

Dia berharap isu ini dapat diberlakukan kerjasama dari mahasiswa agar dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk dapat mengejar ketertinggalannya.

“Intinya mereka akan wisuda jika mahasiswa tersebut mencapai target yang diberikan kampus, meskipun hanya 10 orang,” kata dia.

Rencana wisuda pada Oktober tahun 2017 ini pun pupus. Sekretaris Yayasan Gelige Lingge yang menaungi STISIP BTM Lingga itu, Subhan mengaku akan menjadwal ulang terkait permasalahan tersebut. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email