Ini Sebab Terjadinya Keterlambatan Penyaluran Raskin Ke Kecamatan di Lingga


Kabid Sosial
Ahmad Zuhairi, Kabid Sosial (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lingga melalui Kabid Sosial, Ahmad Zuhairi membenarkan penyebab keterlambatan penyaluran rastra/raskin kesejumlah Kecamatan di Kabupaten Lingga dikarena faktor biaya transportasi.  Menurutnya hal ini dipengaruhi oleh situasi internal dinas yang mengalami masa transisi pengalihan Kepala Dinas ditambah lagi molornya penerimaaan data rumah tangga sasaran (RTS).

“Biaya transportasi kita yang belum cair dan masih dalam proses. Itu karena memang kendala kita karena kantor ada urusan internal pergantian kepemimpinan,” kata dia menjelaskan diruang kerjanya, Senin (04/09).

Dia mengakui untuk kendala lain belum dijumpai. Untuk tahap pencarian dana transportasi dia katakan dalam satu tahun ada empat kali pencairan. Artinya, tahap 1, 2, 3 dan 4 sebenarnya harus dicairkan. Namun karena beberapa kendala hal tersebut menjadi molor.

“Diawal tahun Op kita Rp 300 juta, dan untuk biaya transportasi satu triwulan lebih kurang Rp 250 juta. Karena dana untuk kita besar, lagi pula kita terbagi dari tiga bidang, oleh kebijakan dialihkan untuk keperluan-keperluan kecil terlebih dahulu dibidang lain kerena banyak. Kita dibelakangkan karena dikhawatirkan untuk SPJ lambat, sehingga memperlambat proses pencarian kedepan menjadi lambat. Seiring proses tau tau pergantian pimpinan. Ini menjadi kendala kita, karena SK penunjukan kepala itu lambat,” jelas dia.

Ditempat yang sama Kasi Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin  yang baru dilantik beberapa waktu lalu, Hasbullah juga membenarkan pernyataan ini. Dia mengatakan, dulu penanganan masalah raskin ini ditangani Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lingga. Kemudian diserahkan ke Dinsos P3A dengan Op kecil dan banyak proses pergantian data sehingga data paling terakhir diterima pada April kemarin.

“Data Valid itu belum kami klarifikasi saat itu. Dan baru secara umum satu Kabupaten. Jadi kami pilah lagi by name by address nya. Tapi ditingkat Kecamatan juga begitu, kerena Kecamatan yang tau dipilah lagi berdasarkan alamat dan desa. Jadi itu juga butuh waktu yang tidak sedikit. Untuk memastikan alamat RTS,” ujar dia.

Untuk itu demi mengantisipasi ini dalam waktu dekat, pihaknya akan segera mengadakan rapat bersama dengan menghadirkan para Camat se-Kabupaten Lingga dan pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

“Rabu ini kita adakan rapat untuk langkah menangani ini. Supaya cepat terselesaikan dan tidak menimbulkan konflik,” lanjut dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.