Menyulap Lahan Terbengkalai Jadi Objek Edukasi dan Wisata Mangrove

mangrove 2

BATAM (Marwahkepri.com) – Siapa sangka hutan Bakau yang berada di Dapur Arang, Nongsa yang dulunya rusak parah dan terbengkalai, kini telah disulap menjadi objek wisata hutan mangrove sekaligus menjadi tempat edukasi untuk pelajar, mahasiswa maupun umum.

Adalah Sukirman, orang yang berjasa yang mendirikan objek wisata mangrove tersebut pada tahun 2015 lalu hingga sekarang menjadi tempat menarik yang cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Awalnya, Kamarudin penjaga bakau mengatakan alasan didirikannya wisata Mangrove ini adalah saat melihat kondisi hutan bakau yang sudah sangat parah rusaknya oleh penyedot pasir. Akhirnya mereka tergerak hatinya untuk ikut andil mengembalikan hutan bakau yang dulunya subur tersebut.

“Sekarang bakaunya sudah rusak, nelayan pun sekarang susah mencari ikan, karena biasanya ikan banyak diantara bakau – bakau tersebut,”imbuh Kamaruddin.

Bahkan Kamaruddin mengatakan, dulunya ditengah hutan bakau yang sekarang sudah menjadi danau ini ada pulaunya, namun sekarang sudah hilang karena disedot terus menerus oleh penambang pasir.

Hutan bakau itu dikatakannya mulai rusak dari tahun 2005 sampai 2015 lalu saat penambang pasir memulai aktivitasnya.

“Awalnya lebar danaunya hanya 10 meter, cukup untuk jalan boat untuk mencari ikan, sekarang lebarnya sudah lebih 100 meter,”timpalnya.

mangrove 2

Untuk mengembalikan danau yang dipenuhi oleh bakau, sekarang ini Kamaruddin telah melakukan pembibitan bakau yang sudah selesai sebanyak 20.000 bibit ditempat wisata itu.

Pembibitan dan penanaman bakau inilah yang nantinya akan menjadi sarana edukasi bagi para pengunjung.

“Bibit bakaunya sebagian dibawa oleh pemerintah ke Barelang,”ungkapnya.

Selain itu, Dian pengurus Wisata mangrove juga menjelaskan, selain Kamarudin, TNI AL juga sering datang untuk membantu menanam bibit bakau lahan itu..

Wisata Mangrove yang dibuka 24 jam ini diresmikan awal 2017 lalu, dan rencanaya masih akan melakukan pengembangan lagi untuk membuka restoran dan villa terapung.

“Sekarang yang baru selesai ini baru tahap 1, rencananya kita masih akan bangun tahap 2 dan tahap 3,”terang Dian.
Untuk masuk ke tempat Wisata mangrove pengunjung akan dikenakan Rp.10.000 untuk uang masuk dan parkir gratis. (mk/mun)

Print Friendly, PDF & Email