Panti Asuhan Hizbul Wathani Tampung dan Sekolahkan Anak-anak Terlantar

panti 3 copy

Batam (Marwahkepri.com) –  Keberadaan panti asuhan masih dianggap sangat penting di Negara ini, mengingat jumlah anak-anak terlantar dan putus sekolah karena ketiadaan orangtua. Salah satu panti asuhan yang berperan penting dalam menampung anak-anak tersebut adalah Panti Asuhan Hizbul Wathani yang berada di kota Batam.

Panti asuhan yang berdiri sejak tahun 2006 ini didirikan oleh Suherman dan diketuai oleh Marzuki. Panti asuhan ini awalnya dibangun karena banyaknya anak yang tidak bersekolah dan putus sekolah. Dari situ, para pelopor panti asuhan Hizbul Wathani resmi mendirikan tempat tersebut, hingga sekarang bisa menampung anak-anak yatim piatu sebanyak 20 orang,

“Melihat banyaknya anak-anak yang terlantar dan putus sekolah membuat hati kami tergerak untuk turut membantu anak-anak tersebut, kebanyakan anak di panti asuhan ini berasal dari sekitaran Batuaji dan rata-rata berstatus yatim maupun yatim piatu.” Ujar Marzuki.

Panti asuhan yang beralamat di Perum Villa Paradise Blok C No. 1-2 Batuaji ini menampung anak-anak yang berumur 3,5 – 17 tahun, dan menanggung semua biaya sekolah untuk 19 anak yang sudah bersekolah.

panti 1

Untuk Kegiatan anak-anak di panti asuhan tersebut juga terbilang identik dengan kegiatan rohani, seperti mengaji sehabis Ashar dan setelah sholat Maghrib belajar keagamaan.

Suherman, pendiri panti asuhan Hizbul Wathani juga pernah mengajak anak-anak jalanan di kota Batam untuk tinggal bersama anak-anak lain di panti asuhan, namun anak-anak jalanan tersebut menolak dan lebih memilih untuk tetap berkumpul dengan anak-anak jalanan lainnya.

“Bahkan kami pernah juga mengajak anak yang di jalanan untuk tinggal di  panti, dan disekolah kan tapi mereka tidak mau, dan lebih susahnya lagi karena anak anak tersebut senangnya saat ngumpul bersama anak anak malam lainnya,” tutur Suherman.

Suherman juga berharap bantuan dari pihak kepolisian dan pemerintah agar bisa mengumpulkan anak-anak jalanan yang melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat dan menyerahkan mereka ke panti asuhan agar bisa dibina dan disekolahkan.

“Harapan kedepan agar pemerintah melalui Dinas Sosial ikut membantu, dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian agar mengumpulkan anak-anak tersebut untuk diserahkan ke panti asuhan,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.